Data Menarik tentang Keamanan Email di Piala Dunia FIFA 2026
Dengan Piala Dunia FIFA 2026 yang semakin dekat, para penjahat siber sudah siap meramaikan dan mencari celah untuk eksis. Penelitian dari Proofpoint menunjukkan bahwa banyak mitra Piala Dunia belum melakukan cukup usaha untuk melindungi identitas online mereka. Ini bisa bikin para penggemar dan sponsor sangat terpapar risiko penipuan yang mengatasnamakan brand yang mereka percayai.
Dalam laporan riset yang dibagikan kepada TechRadar Pro, Proofpoint mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga (36%) sponsor resmi, pemasok, dan mitra tidak memiliki langkah keamanan email yang tepat untuk mencegah tiruan domain. Peneliti dari Proofpoint mencatat bahwa hal ini bisa membuat penggemar, pelanggan, dan mitra berisiko tinggi terhadap penipuan email yang berpura-pura menjadi merek terpercaya.
Apa itu DMARC?
Proofpoint juga menganalisis sejauh mana penerapan Domain-based Message Authentication, Reporting and Conformance (DMARC) di antara domain sponsor. DMARC adalah protokol autentikasi email yang membantu pemilik domain mencegah penyerang dari meniru domain mereka. Protokol ini bekerja dengan memeriksa hasil SPF dan DKIM, lalu memberi tahu server email penerima tentang tindakan yang harus diambil jika email tidak lolos pemeriksaan tersebut, seperti mengirim, mengkarantina, atau menolak email tersebut.
Dalam analisis yang dilakukan terhadap 25 domain, ditemukan bahwa 24 (96%) sudah menerbitkan catatan DMARC di tingkat dasar, yang jadi pertanda baik karena paling tidak organisasi-organisasi ini sudah mulai menerapkan perlindungan. Namun yang menjadi sorotan, hanya 16 (64%) yang melindungi nama domain mereka dengan kebijakan DMARC terkuat – yaitu ‘reject’.
Hal ini berarti bahwa lebih dari sepertiga (36%) belum secara proaktif memblokir email penipuan yang mencoba meniru merek mereka. Lebih lanjut, terdapat delapan domain (32%) yang hanya menerapkan DMARC dalam mode pemantauan atau penegakan parsial, yang memungkinkan perusahaan melihat kejadian yang berlangsung tetapi tidak menghentikan email tiruan yang masuk ke kotak masuk pelanggan mereka.
Dengan semakin dekatnya Piala Dunia, tindakan pencegahan seperti ini sangat perlu dilakukan. Para penggemar harus waspada terhadap email yang tidak jelas dan pengumuman palsu yang dapat muncul, sementara sponsor juga diharapkan untuk lebih ketat dalam melindungi identitas serta reputasi mereka di dunia maya.
Berita ini menjadi pengingat bahwa dalam era digital saat ini, keamanan siber adalah hal yang mutlak diperlukan. Masyarakat perlu lebih cerdas dalam mengenali penipuan online, serta mendukung brand-brand yang menempatkan keamanan pelanggan sebagai prioritas utama.




