Salah satu destinasi wisata unik di Prefektur Aomori adalah San’nai-Maruyama iseki Special Historical Site. Tempat ini memberi kita kesempatan untuk menyelami lebih dalam ke dalam periode Jomon. Pemukiman ini dihuni selama lebih dari 1.500 tahun, tepatnya dari tahun 3.900 hingga 2.200 SM. Penggalian di lokasi ini dimulai pada tahun 1992 dan mengungkap bangunan yang ditopang tiang, rumah berbentuk lubang yang atapnya dari jerami, makam, serta berbagai artefak seperti tembikar dan barang-barang lainnya.
Area luas ini mencakup 400.000 meter persegi, dengan berbagai zona yang terbagi berdasarkan rumah, gudang, dan tempat pemakaman. Pengunjung bisa bebas menjelajahi sisa-sisa jalan dari era tersebut, yang membantu mereka membayangkan kehidupan sehari-hari para penduduk prasejarah.
San’nai-Maruyama iseki Special Historical Site
Bangunan besar yang didukung tiang ini telah direkonstruksi menjadi tiga lantai, dengan ruang seluas 4,2 meter di antara enam tiang yang ada. Kolomnya yang tingginya sekitar 15 hingga 20 meter terbuat dari kayu kastanye, yang diperkirakan berasal dari akhir periode Jomon. Tiang-tiang ini ditanam dua meter ke dalam tanah dan tetap kokoh tanpa mengalami pembusukan.
Orang-orang Jomon mengeras bagian bawah tiang dengan panas dan membakar tanah, yang membantu pondasi ini bertahan lama. Struktur ini mungkin berfungsi sebagai menara pengawas atau bangunan upacara.
Rumah Kuno
Sisa bangunan yang ditopang tiang yang dibangun di dalam lubang yang digali.
Ada beberapa rumah panggung di seluruh kawasan ini, yang memiliki atap dari jerami dan fasad terbuat dari alang-alang dan kulit kayu. Bangunan-bangunan ini dikelompokkan dalam kluster, yang diyakini merupakan tempat tinggal para penduduk. Mereka juga menyimpan makanan dan barang-barang secara bersama-sama di lantai yang lebih tinggi untuk melindunginya dari hujan deras, kelembapan, dan hama.
Beberapa gubuk yang panjangnya lebih dari sepuluh meter berdiri di tanah tanpa tiang yang ditinggikan. Atapnya menggunakan kulit kayu, tanah liat, atau jerami. Pengunjung bisa masuk ke beberapa rumah lubang dan melihat berbagai bentuk lantai, susunan tiang, dan penempatan tungku. Salah satu bangunan besar sepanjang 32 meter memiliki luas 250 meter persegi. Konstruksinya diperkirakan berasal dari era Jomon tengah (sekitar 4.800 tahun yang lalu) dan diduga sebagai ruang komunal untuk pertemuan atau lokakarya. Ada juga sebuah rumah yang menampilkan seni dan alat-alat yang mengingatkan pada aktivitas masa lalu.
Tempat Pemakaman

Rumah lubang dibangun di tengah periode Jomon.
Di daerah lain terdapat tempat pemakaman untuk orang dewasa dan anak-anak. Terdapat batu-batu yang mengelilingi makam, bersamaan dengan tembikar dan liontin giok yang dikebumikan bersama jasad. Di lokasi ini ada sekitar 900 makam, termasuk wadah pemakaman untuk anak-anak.



