Home Bisnis Proyek Giant Sea Wall Mulai Disusun, Pakai APBN dan Swasta
Bisnis

Proyek Giant Sea Wall Mulai Disusun, Pakai APBN dan Swasta

Share
Proyek Giant Sea Wall Mulai Disusun, Pakai APBN dan Swasta
Share

BADAN Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) masih menyusun rencana induk proyek tembok laut raksasa atau tanggul laut raksasa. Kepala BOPPJ Didit Herdiawan mengatakan pembangunan akan dilaksanakan di sepanjang pantai utara Jawa, sekitar 535 kilometer, yang tersebar di Banten, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Menurut Didit, pembangunan tembok laut raksasa mendesaknya dilakukan untuk melindungi pantai utara Jawa seiring menurunnya muka air tanah dan bencana banjir rob. “Bukan hanya 17-20 juta jiwa yang harus kita lindungi, tapi seluruh aset-aset nasional kurang lebih sekitar US$ 368 miliar,” kata Didit di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin, 23 Februari 2026.

Pembangunan tembok laut raksasa membutuhkan sekitar US$ 800-100 miliar. Didit berujar pemerintah akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun investasi, termasuk investasi dari luar negeri. “Kita sedang mendalami apa keuntungannya untuk kita nanti, untuk Indonesia. Tidak terlalu memberatkan pemerintah kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembangunan tanggul laut raksasa di pantai utara Jawa tidak bisa ditunda. Sebelumnya, proyek ini sudah masuk dalam perencanaan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) sejak tahun 1995 atau 30 tahun lalu.

Pembangunan tembok laut raksasa di sepanjang pantai utara Jawa diperkirakan membutuhkan waktu 15 hingga 20 tahun. Ihwal pembiayaan, Prabowo membuka pintu bagi calon investor dari luar negeri, seperti Cina, Korea Selatan, Jepang, serta negara-negara Eropa maupun Timur Tengah. Namun, kata Prabowo, pemerintah tidak mau menunggu lebih lama. “Yang mau ikut, silakan, tapi kita tidak perlu menunggu. Kita akan menggunakan kekuatan kita sendiri,” kata Prabowo.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan pemerintah harus menyiapkan konsep kerja sama dan imbal hasil yang jelas bila ingin melibatkan swasta dalam pembangunan tanggul laut raksasa pantai utara Jawa. Sebab, proyek tanggul laut raksasa yang akan dibangun di wilayah Banten hingga Jawa Timur ini membutuhkan anggaran jumbo. Selain itu, perlu waktu hingga puluhan tahun.

Menurut Anindya, pembangunan tembok laut raksasa memang harus dilakukan untuk melindungi Pulau Jawa. Oleh karena itu, perlu konsep kerja yang sama yang jelas agar swasta tertarik masuk. Anindya juga mengatakan pemerintah harus menjamin kepastian hukum untuk investasi jangka panjang ini. “Soal kembalikami juga sangat teliti karena pendanaan jangka panjang itu tidak mudah,” kata Anindya.


Artikel ini adalah RSS dari artikel bisnis.tempo.co
Dikurasi oleh Elaina (Adaptive Learning and Intelligent Network Assistant) by Fana⁺

Share