Home Bisnis Ini Dia Sosok di Balik Pemilik Pabrik Mie Sedaap yang Heboh Soal PHK
Bisnis

Ini Dia Sosok di Balik Pemilik Pabrik Mie Sedaap yang Heboh Soal PHK

Share
Ini Dia Sosok di Balik Pemilik Pabrik Mie Sedaap yang Heboh Soal PHK
Share

Sekitar 400 karyawan outsourcing di pabrik PT Karunia Alam Segar, produsen Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur, dikabarkan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja .

Namun, ketika polemik mencuat, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pihak perusahaan berjanji akan menghentikan PHK tersebut.

“Dan diperoleh hasil bahwa pihak Mie Sedaap akan segera menyetop PHK yang terjadi dan pihak Mie Sedaap juga berjanji tidak akan ada PHK-PHK di Mie Sedaap lagi,” kata Dasco kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Ternyata, di balik merek Mie Sedaap, terdapat grup besar yang telah puluhan tahun menguasai pasar barang konsumsi nasional. Mie Sedaap merupakan produk dari WingsFood, anak usaha dari Wings Group.

Baca juga  Harga Emas UBS dan Galeri24 Selasa Pagi Ini

Dalam situs resmi perusahaan, Wings Group sendiri berdiri sejak 1948 di Surabaya dengan nama awal Fa Wings. Perusahaan ini dirintis oleh Harjo Sutanto bersama rekannya Ferdinand Katuari. Awalnya, Wings memasarkan produk sabun bermerek GIV yang sukses besar di pasaran. Namun, perlahan merambah ke berbagai lini produk lain seperti pasta gigi, deterjen, pembersih toilet, hingga makanan dan minuman.

Mie Sedaap sendiri baru diperkenalkan ke publik pada tahun 2003. Saat itu, pasar mi instan nasional telah dikuasai oleh Indomie milik Salim Group. Pada awal kemunculannya, Mie Sedaap sempat tidak diperhitungkan.

Menurut buku pemasaran berjudul Strategi Pemasaran Berbasis Strategi Perang (2024), pandangan ini kemudian berubah ketika Mie Sedaap hadir dengan harga yang lebih murah, kualitas produk yang kompetitif, serta tekstur mi yang dianggap lebih kenyal perlahan mengubah persepsi pasar.

Baca juga  KAI Palembang Mulai Menjual Tiket Kereta Lebaran Hari Ini

Selain itu, strategi pemasaran Mie Sedaap juga tidak biasa. Pabrikan menyasar toko-toko kecil di desa-desa. Barulah setelahnya ekspansi ke kota dan toko besar, serta kampanye iklan di berbagai media.

Berkat upaya ini, Mie Sedaap tak lama menguasai sekitar 15% pangsa pasar mi instan nasional. Kehadirannya bahkan terbilang cukup merepotkan dominasi Indomie yang selama puluhan tahun nyaris nyaris tanpa pesaing serius.











Menambahkan

sebagai pilihan yang disukai
sumber di Google






Artikel ini adalah RSS dari artikel www.cnbcindonesia.com
Dikurasi oleh Elaina (Adaptive Learning and Intelligent Network Assistant) by Fana⁺

Share