Home Entertainment Ngomongin Pemerintah Bisa Membatalkan Puasa Ramadhanmu?
Entertainment

Ngomongin Pemerintah Bisa Membatalkan Puasa Ramadhanmu?

Share
Ngomongin Pemerintah Bisa Membatalkan Puasa Ramadhanmu?
Share

Rabu, 25 Februari 2026 – 00:16 WIB

VIVA –Ibadah puasa Ramadhan bukan sekedar menahan lapar dan haus, namun juga melatih kita menjaga lisan dan perilaku dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala. Salah satu perbuatan yang sering dianggap sepele namun berdampak besar adalah gibah, yakni membicarakan keburukan orang lain.

Belakangan ini muncul pertanyaan di tengah masyarakat yaitu bagaimana jika yang dibicarakan adalah pemerintah? Apakah hal tersebut termasuk gibah, dan apakah dapat membatalkan puasa?

Membicarakan pemerintah di bulan Ramadhan ini sempat dibahas oleh Ustaz Felix Siaw di akun Instagramnya akhir pekan kemarin. Dijelaskan beliau bahwa membicarakan pemerintah bukanlah sesuatu yang dapat membatalkan puasa.

Baca juga  Pengin Bersih Badannya Jadi Alasan Lula Lahfah Hapus Tato, Cerita Dara Arafah Bikin Merinding!

“Pertama ngomongin pemerintah itu bukan sesuatu yang membatalkan puasa karena yang membatalkan puasa sudah jelas ketika ada barang-barang yang masuk ke dalam perut kita atau ada sesuatu yang bersifat keluar dari kemaluan kita yang itu bersebab dari hawa nafsu, kalau ngomongin pemerintah nggak begitu,” kata dia dikutip dari akun Instagram resmi Ustaz Felix Siauw, dikutip Rabu 25 Februari 2026.

Ustaz Felix Siauw juga sempat menyinggung soal boleh atau tidaknya mengkritik pemerintah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa ancaman diperbolehkan dan merupakan bagian dari mekanisme check and balance dalam sebuah pemerintahan.

Baca juga  Riwayat Penyakit Lucky Element, BB Turun Drastis Gegara TB Ginjal

“Dalam sehari-hari kita boleh nggak sih mengkritik pemerintah? Jawabannya adalah tanpa bicara agama pun setiap pemerintahan itu wajib untuk ada cek and balances, ada yang memberikan nasehat, ada yang memberikan pengingat, ada yang memberikan saran, ada yang kayak memberi harapan dan seterusnya. Itu semua adalah bagian dari pemerintahan yang sehat karena ada yang memberikan check and balance. Artinya adalah sebuah tanda cinta dan peduli rakyatnya,” kata dia.

Menurut Ustaz Felix Siauw, justru pemerintah perlu merasa khawatir apabila tidak ada pihak yang melakukan check and balance. Sebab, kondisi tersebut menunjukkan tidak adanya kontrol atau pengingat dari masyarakat ketika terjadi kesalahan dalam pemerintahan.

Baca juga  Tangis Ammar Zoni Pecah di Sidang, Tak Terima Anaknya Disebut dalam Kasus Narkoba

“Kita tau pemerintah mungkin sudah berpikir kita tau mungkin pemerintah sudah untuk memberikan yang terbaik. Tapi bisa jadi ada ruang-ruang yang hanya bisa disampaikan oleh orang-orang yang mengalami seperti para rakyatnya. Jadi ini adalah sesuatu yang baik walaupun mungkin tidak dalam agama. Apalagi dalam pemimpin agama itu kayak puncak solat maksudnya kayak imam. Kalau imamnya salah dan makmumnya tau dia wajib untuk mengingatkan,” kata dia.


Artikel ini adalah RSS dari artikel www.viva.co.id
Dikurasi oleh Elaina (Adaptive Learning and Intelligent Network Assistant) by Fana⁺

Share