Home Kripto Menjelaskan Tanggapan Presiden Trump terhadap Larangan Tarif dari Mahkamah Agung: Lebih Banyak Tarif?
Kripto

Menjelaskan Tanggapan Presiden Trump terhadap Larangan Tarif dari Mahkamah Agung: Lebih Banyak Tarif?

Share
Trump Akan Umumkan Ketua The Fed Jumat; Warsh Unggul mendapat 87%
Share

Mahkamah Agung AS baru-baru ini memblokir Presiden Donald Trump dari penggunaan kekuatan darurat untuk memberlakukan tarif global secara luas.

Namin, Trump dengan cepat merespons dengan mengumumkan tarif baru melalui otoritas hukum yang berbeda. Hal ini menimbulkan kebingungan apakah tarif benar-benar diturunkan atau justru bertambah. Berikut penjelasan yang sebenarnya terjadi.

Apa yang Sebenarnya Dilarang oleh Mahkamah Agung

Mahkamah Agung tidak sepenuhnya melarang tarif. Sebaliknya, Mahkamah memutuskan bahwa Trump tidak bisa menggunakan Undang-undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) untuk diberlakukannya tarif.

Baca juga  Sejumlah Bitcoin Miner Utama Hadapi Risiko Shutdown jika BTC Turun di Bawah US$70.000

IEEPA adalah undang-undang yang dirancang untuk situasi darurat. Undang-undang ini mengizinkan presiden membekukan aset, memblokir transaksi, atau membatasi perdagangan. Namun, Mahkamah menegaskan bahwa aturan ini tidak memperbolehkan tarif, karena tarif dianggap sebagai salah satu bentuk pajak. Hanya Kongres yang memiliki kewenangan konstitusional yang jelas untuk memungut pajak.

Putusan Mahkamah Agung AS | Sumber: Learning Resources, Inc.v.Trump

Artinya, tarif tertentu yang Trump terapkan menggunakan kekuatan darurat tersebut harus dihentikan.

Namun, keputusan ini tidak menghapus kewenangan tarif yang lain.

Reaksi Trump: Gunakan Aturan Lain untuk Lanjutkan Tarif

Menyanggapi hal ini, Trump mengatakan tarif yang sudah berlaku lewat Pasal 232 dan Pasal 301 akan tetap berjalan. Tarif ini menargetkan impor berdasarkan risiko keamanan nasional atau praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. Mahkamah Agung tidak menghentikan undang-undang ini.

Baca juga  Investor AS Mungkin Tinggalkan ETF Bitcoin dan Ethereum untuk Masuk ke Pasar Internasional

Lebih lanjut, Trump juga mengumumkan tarif global baru 10% lewat Section 122 dari Trade Act of 1974. Ini adalah aturan yang berbeda dan memungkinkan presiden memberlakukan tarif sementara untuk menanggulangi ke ukuran perdagangan.

Secara sederhana, Trump sedang mengganti tarif yang dilarang dengan tarif baru melalui otoritas hukum lain.

Trump juga mulai melakukan penyelidikan yang kemungkinan dapat menyebabkan lebih banyak tarif di masa depan.

Tanggapan Resmi Donald Trump terhadap Putusan Mahkamah Agung
Tanggapan Resmi Donald Trump Terhadap Putusan Mahkamah Agung

Mengapa Trump Bilang Kekuatannya Masih Kuat

Menurut Trump, keputusan Mahkamah ini justru memperjelas otoritas dirinya dan bukannya menyertakannya. Mahkamah memang membatasi satu alat hukum, namun menegaskan bahwa otoritas tarif lainnya tetap sah.

Artinya, presiden masih bisa memberlakukan tarif secara legal—selama menggunakan undang-undang yang disahkan oleh Kongres.

Baca juga  Hyperliquid Kurangi Buka Bulanan Tim Hampir 90%

Hal terpenting yang berubah bukanlah mengenai apakah tarif itu ada atau tidak, melainkan bagaimana cara diberlakukannya.

Bagaimana Pasar Bisa Terpengaruh

Pasar langsung bereaksi positif karena keputusan ini mengurangi wilayah. Investor lebih menyukai aturan hukum yang jelas dibandingkan tindakan darurat yang sulit diperkirakan.

Saham dan aset kripto awalnya naik karena keputusan ini menurunkan kekhawatiran soal gangguan perdagangan secara tiba-tiba. Bitcoin, yang sensitif terhadap likuiditas global dan sentimen risiko, juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Meskipun demikian, pengumuman tarif baru dari Trump tetap bisa memicu tekanan inflasi dan meningkatkan ketegangan perdagangan. Tarif akan meningkatkan biaya bagi pelaku usaha, sehingga bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kepercayaan investor.

Komoditas seperti emas dan perak mungkin saja mendapat keuntungan jika tarif menyebabkan lingkungan ekonomis. Aset-aset ini biasanya naik saat muncul ketegangan global.

Saat ini, tarif tidak akan hilang. Sebaliknya, tarif hanya diubah ke kerangka hukum yang baru—ini berarti ketegangan perdagangan dan volatilitas pasar bisa saja terus berlanjut.


Artikel ini adalah RSS dari artikel id.beincrypto.com
Dikurasi oleh Elaina (Adaptive Learning and Intelligent Network Assistant) by Fana⁺

Share