[KUALA LUMPUR] SD Guthrie dari Malaysia sedang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia terkait masalah perebutan lahan yang berdampak pada beberapa perkebunan kelapa sawitnya. Hal ini diungkapkan oleh CEO perusahaan, Mohd Haris Mohd Arshad, pada sebuah konferensi pers yang berlangsung pada hari Kamis (11 Juni).
Pemerintah Indonesia sudah meluncurkan tim khusus sejak tahun 2025, yang terdiri dari militer, kepolisian, dan jaksa negeri, untuk menindak pelanggaran di industri kelapa sawit. Tim ini berhasil menyita sekitar 4,1 juta hektar (ha) perkebunan pada tahun lalu yang beroperasi secara ilegal di kawasan hutan. Tindakan ini jelas berdampak besar bagi perusahaan-perusahaan besar serta petani kecil di seluruh Indonesia.
SD Guthrie, yang merupakan salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia, menyatakan bahwa sekitar sepertiga dari total lahan yang dimiliki berada di Indonesia. Mereka melaporkan bahwa 2 persen dari lahan mereka telah disita oleh tim khusus tersebut, yaitu sekitar 2.800 ha. Meski begitu, sejauh ini perusahaan belum menerima dekrit resmi dari pemerintah Indonesia terkait perkebunan mereka dan tetap melanjutkan kegiatan panen seperti biasa, ujar Mohd Haris.
Mohd Haris menambahkan bahwa rencana Indonesia untuk mengontrol ekspor komoditas unggulan melalui badan negara adalah langkah logis, terutama untuk mengurangi kebocoran pendapatan. Ia juga mengonfirmasi bahwa SD Guthrie tidak terlibat dalam isu-isu tersebut dan tetap menjadi salah satu perusahaan terbesar yang membayar pajak di Indonesia.
Mengenai biaya pupuk yang melonjak akibat kelangkaan pasokan akibat konflik di Timur Tengah, perusahaan ini merasa tidak terlalu khawatir karena mereka mendatangkan pasokan dari berbagai negara seperti China, Kanada, Belarus, dan Mesir.
Mohd Haris juga menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengelolaan sumber daya air untuk mengantisipasi potensi cuaca kering yang dapat terjadi akibat fenomena El Nino tahun ini. Dengan langkah-langkah tersebut, SD Guthrie berupaya menjaga keberlanjutan operasional mereka di tengah situasi yang menantang ini.



