Mark Zuckerberg telah menjadi sosok kunci di industri teknologi, mulai dari awal pembentukan jaringan media sosial Facebook hingga upayanya yang terbaru dalam AI dan metaverse yang dipimpin oleh Meta. Namun, di balik kebangkitan Zuckerberg, terdapat filosofi yang cukup kontroversial.
Move Fast and Break Things
Walaupun Zuckerberg mengungkapkan filosofi ini di SXSW 2022, ternyata ini adalah pemikiran yang sudah lama ia suarakan, catatkan, dan jalani selama lebih dari dua dekade dalam berbagai bentuk, sejak awal 2010-an. Kutipan ini mendorong ide bahwa pengembangan produk yang cepat dan ketidakpastian lebih bernilai daripada berhati-hati.
Asal usulnya? “Move fast” adalah salah satu prinsip inti Facebook, dan itu tercatat dalam surat tahun 2012 kepada calon investor. Beberapa tahun kemudian, dalam film dokumenter The Facebook Dilemma, yang dirilis oleh Frontline, nampak cuplikan Zuckerberg yang lebih muda menjelaskan pemikiran serupa kepada mahasiswa. Ide ini memang terus terngiang dalam benak CEO tersebut sepanjang karirnya, dan tetap menjadi inti pengambilan keputusan di Meta hingga kini.
Meski Mark Zuckerberg sudah mengalami transformasi dalam beberapa tahun terakhir, filosofi tersebut tetap luar biasa konsisten.
Picking Up the Pieces
Saat awal abad ke-21, gagasan untuk bergerak cepat dan menghancurkan hal-hal terlihat sangat menarik, terutama ketika produk yang dimaksud, Facebook, sangat populer, berkembang pesat, dan membawa manfaat bagi jutaan orang di seluruh dunia.
Tapi, di saat Zuckerberg dikenal luas lewat film, kilau dari ide tersebut mulai memudar dan masalah dengan filosofi ini mulai muncul. Apalagi ketika kita mempertimbangkan bagaimana media sosial dan sistem terkait mulai membentuk dunia. Skandal dan kontroversi, termasuk Cambridge Analytica, krisis di Myanmar, dan dampak yang diperdebatkan secara luas pada kesehatan mental remaja, mendominasi diskusi seputar Facebook.
Tak heran jika Aaron Sorkin, penulis The Social Network, sedang menyiapkan sekuel yang mengungkap peran Facebook dan Zuckerberg dalam mengawasi dan gagal memperbaiki “cacat yang menyebabkan kerugian”.




