Di atas pasir lembut, pemain sepak bola bisa menguji gerakan ambisius mereka, melompat untuk tendangan sepeda dan terjun ke bekalan yang tak akan mereka coba di permukaan keras. Lopes-Cabral mengatakan, “Main di pantai itu seru banget.”
Dengan panjang pantai mencapai 600 mil, ada banyak tempat untuk bersenang-senang—dan bukan cuma sepak bola, meski itu jadi sorotan utama. Pemain voli mendirikan net, pelari berlari di atas pasir, dan keluarga serta teman-teman berkumpul untuk menikmati “setumpuk bir, banyak ayam bakar, dan capirinha,” ungkap Soraya Da Silva, seorang wanita berusia 34 tahun dari dataran tinggi Pulau Santiago yang mengawasi Praia, kota terbesar di negara itu dengan populasi sekitar 140.000. Da Silva bekerja di front desk hotel tepi pantai, dan Pantai Prainha adalah tempat favoritnya untuk bersantai di antara tanjung berbatu yang ada mercusuar dari abad ke-19.
Tahun lalu, lebih dari satu juta pengunjung datang ke Cape Verde, dan negara ini bersiap untuk lebih banyak pengunjung di masa depan. Di awal 2025, lebih dari 5.000 kamar hotel baru sedang dibangun, dan daftar Airbnb sudah berlipat ganda, dengan tiga kamar di pantai paling populer ditawarkan lebih dari $200 semalam.
“Ketika saya kecil, pariwisata hampir tidak terlihat dan bukan sesuatu yang banyak dibicarakan orang,” kata César Frederico, seorang pria berusia 52 tahun dari Praia yang memiliki restoran Orla di Quebra Canela. Melihat lebih banyak orang datang ke Cape Verde adalah “kepuasan besar bagi saya,” ujarnya, “mengacu pada kenyataan bahwa negara ini tidak memiliki sumber daya alam besar untuk diandalkan, kecuali matahari dan laut.”
Lina Iliano tiba dari Belgia sekitar satu dekade lalu, saat usianya 20 tahun, dan memutuskan untuk tinggal. “Kehidupan di pulau ini sangat sederhana,” katanya. Dia mendirikan agensi perjalanan, Cabo Mundo Tours, yang menyasar pelanggan yang “lebih menyukai pengalaman autentik” jauh dari resor all-inclusive. Dia mengatur rencana perjalanan antar pulau, mengangkut turis dengan feri dan penerbangan pendek menuju kawah di sekitar Fogo, lembah hutan di Santo Antao, arsitektur neoklasik di Mindelo, dan gelombang berselancar di Boa Vista. Namun, pantai tetap jadi daya tarik utama bagi pengunjung, yang memahami bahwa itu adalah pusat aktivitas sosial di setiap pulau dan “titik temu yang baik bagi penduduk lokal dan turis,” kata Iliano. “Di situlah orang-orang saling mengenal.”
Permainan sepak bola yang seru ini bukan hanya hiburan, tetapi juga cara untuk menjalin persahabatan baru di pasir yang hangat. Siapa pun yang berkunjung pasti merasa terikat dengan matahari, laut, dan kehidupan pulau yang penuh kemeriahan.


