6. Quebrada de Humahuaca, Argentina
Quebrada de Humahuaca adalah sebuah mural alam berisi pegunungan berwarna-warni di barat laut Argentina yang masih jarang dijelajahi. Lembah ini membentang sepanjang 155 kilometer di Provinsi Jujuy dan diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2003. Selama sekitar 10.000 tahun, area ini telah menjadi jalur perdagangan dan migrasi yang menghubungkan dataran tinggi Andes dengan dataran di bawahnya.
Saat ini, jejak sejarah itu masih bisa dirasakan di pemukiman pra-Hispanik, jalanan Inca, gereja kolonial, dan desa-desa adobe yang menawan. Namun, wilayah ini sedang naik daun sebagai salah satu destinasi anggur terbaik di Amerika Selatan. Sekitar Maimará, Huacalera, dan Uquía, terdapat koleksi winery butik yang semakin berkembang, memproduksi anggur dari ketinggian dengan karakter yang unik berkat sinar matahari gurun dan perubahan suhu yang dramatis, di mana beberapa kebun anggur berada di ketinggian lebih dari 3.000 meter.
Jadi, datanglah untuk menikmati pemandangannya, tetapi tetaplah untuk makan siang yang panjang di antara kebun anggur dan malam-malam penuh musik folky di sudut Argentina yang terasa sangat lokal.
7. Kaieteur Falls, Guyana
Guyana sudah lama menjadi rahasia terbaik di Amerika Selatan, namun sepertinya itu akan segera berubah. Negara berbahasa Inggris ini mencatatkan jumlah pengunjung terbanyak di tahun 2025 dan akan menjadi tuan rumah Konferensi Status Industri Pariwisata Organisasi Pariwisata Karibia untuk pertama kalinya pada 2026—dua tanda bahwa hutan hujan remote-nya perlahan-lahan mendapat perhatian.
Namun, Air Terjun Kaieteur, air terjun tunggal setinggi 741 kaki yang terletak jauh di dalam Taman Nasional Kaieteur, bukanlah hal baru. Dengan tinggi yang sekitar empat kali lipat dari Air Terjun Niagara, air terjun ini menyuguhkan volume air yang tidak terbayangkan setiap detiknya, menjadikannya salah satu air terjun terkuat di dunia. Waktu terbaik untuk mengunjungi adalah selama musim hujan, dari Mei hingga Agustus, ketika Kaieteur berada dalam penampilan paling dramatis.
Berbeda dengan Iguazú atau Niagara, di sini tak ada kerumunan, jembatan, atau hotel—hanya gemuruh Sungai Potaro yang terjun ke dalam hutan di bawahnya. Suasana ini bikin siapa pun yang datang merasakan keajaiban alam yang asli, jauh dari keramaian turis.
Jadi, siapa yang siap untuk menjelajahi keindahan yang nyaris tak tertandingi di kedua destinasi ini? Mulai dari keindahan Quebrada de Humahuaca yang penuh warna hingga ketenangan Air Terjun Kaieteur, petualangan yang menanti di ujung jari kita!


