Tempat suci Mii-dera terletak di lereng Gunung Nagara, Otsu, Prefektur Shiga. Dari sini, pengunjung bisa menikmati pemandangan indah Danau Biwa yang tenang. Area kuil ini luas dan penuh kedamaian. Walaupun nama resminya adalah Nagara-san Onjo-ji, banyak orang lebih mengenalnya sebagai Mii-dera. Kuil yang sudah ada selama 1200 tahun ini jadi contoh sempurna kombinasi antara alam dan budaya.
Nama “Mii-dera” berasal dari kata yang berarti “kuil mata air suci,” yang merujuk pada sebuah sumber air di dalam area kuil. Kuil ini didirikan pada periode Asuka dan semakin penting saat periode Heian. Seorang biksu bernama Chisho Daishi Enchin memainkan peran besar dalam merestorasi kuil ini dan mengangkatnya menjadi salah satu kuil penting dari sekte Tendai Jimon.
Namun, perjalanan kuil ini tidak selalu mulus. Mii-dera mengalami kerusakan berkali-kali, termasuk saat Perang Genpei dan periode Nanboku-cho, di mana banyak bagiannya hangus terbakar. Setiap kali, orang-orang selalu membangunnya kembali karena mereka percaya akan nilai dan sejarah yang dimiliki kuil ini.
Sebuah fakta menarik, air dari sumber ini konon digunakan untuk mandi oleh tiga kaisar pertamanya: Kaisar Tenji, Kaisar Tenmu, dan Ratu Jito. Dan sampai hari ini, pengunjung masih bisa mendengar suara air yang mengalir dengan tenang dari mata air tersebut.
Area Kuil
Setelah memasuki Mii-dera, pengunjung akan melewati Gerbang Niomon yang megah. Gerbang tua ini menjadi masuk ke area suci. Di dalamnya, Aula Emas menarik perhatian. Dibangun pada periode Momoyama, aula ini adalah bangunan utama dan salah satu yang terpenting di dalam area kuil. Ukurannya yang besar dan desain yang khas menunjukkan gaya arsitektur waktu itu serta banyak patung Buddha dengan detail yang sangat menakjubkan.
Salah satu daya tarik lain adalah menara lonceng, yang terkenal dengan “Lonceng Malam Mii,” salah satu dari Delapan Pemandangan Omi. Loncat tersebut berukuran besar dengan suara yang dalam dan jelas, menambah nuansa sakral di tempat ini.
Area kuil juga memiliki pagoda tiga lantai dan banyak aula yang dipenuhi dengan harta budaya lainnya. Di sini, ada lebih dari 100 benda budaya yang termasuk harta nasional dan properti budaya penting. Detail-detail kecil seperti patung, struktur kayu, dan taman-taman yang tenang membuat pengalaman berkunjung terasa sangat kaya dan personal.
Jika ingin beristirahat sejenak, banyak pengunjung yang mampir untuk mencicipi manisan lokal seperti dango di sebuah toko kecil yang ada di area kuil, sambil bersantai di bawah naungan pepohonan yang rindang.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Selalu ada waktu yang tepat untuk merasakan suasana Mii-dera, apakah itu saat musim semi dengan bunga sakura yang bermekaran atau musim gugur dengan dedaunan berwarna-warni. Pengalaman yang ditawarkan oleh kuil ini bikin siapapun yang datang takkan melupakan keindahannya.


