Jejak manusia di planet ini sudah pasti tak akan pernah bisa dihapus—apa pun yang kita lakukan, baik melalui teknologi, masyarakat, maupun perjalanan, akan tetap mempengaruhi tanah, laut, dan udara. Di masa lalu, tujuan kita lebih pada upaya mengurangi dampak dari industri pariwisata terhadap bumi. Namun sekarang, fokus kita beralih ke bagaimana cara meninggalkan planet ini dalam kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Ada pergeseran menuju pola pikir yang lebih regeneratif yang membuat para pelancong, hotel, dan operator tur berpikir tentang bagaimana mereka bisa memperbaiki tempat dan komunitas melalui perjalanan, termasuk hotel dan pengunjung yang ingin berbuat baik.
Juliet Kinsman, seorang ahli keberlanjutan, menyatakan, “Keberlanjutan itu tentang mengurangi dampak negatif, sementara regeneratif lebih jauh lagi, mempromosikan perjalanan yang secara aktif memulihkan alam dan mendorong ekonomi lokal.” Kini, para pelancong bukan hanya bertanya apakah sebuah hotel itu berkelanjutan, tetapi juga apakah hotel itu benar-benar membuat sudut dunia mereka menjadi lebih baik. Itulah standar baru. Para pelancong pun semakin bertanggung jawab dengan memilih jalur hiking yang lebih sedikit dilalui, yang mengunjungi komunitas pedesaan, dan mengadopsi moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti kereta dan pelayaran yang digerakkan angin.
Berikut adalah delapan tren terbesar yang akan mendorong perjalanan berkelanjutan pada tahun 2026. Untuk lebih banyak orang, tempat, dan proyek yang membuktikan bahwa perjalanan bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan, simak daftar Ide Cerah dalam Perjalanan terbaru kami!
Rewilding atau Kembali Melestarikan Alam
Di saat kita sering mendengar tentang kehilangan keanekaragaman hayati dan deforestasi, mengunjungi lanskap di mana kita dapat menyaksikan regenerasi terasa begitu kuat dan penuh harapan. Proyek pariwisata di Romania, Argentina, Zimbabwe, dan tempat lainnya sedang membantu membiayai berbagai usaha rewilding berskala besar. Ini menunjukkan, dengan perawatan yang tepat—seperti penghapusan spesies invasif, reforestasi, dan reintroduksi fauna serta flora endemik—tanah dapat pulih. Dataran Tinggi Skotlandia menjadi contoh sukses rewilding: Alladale, sebuah pondok dan cagar alam seluas 23.000 acre di utara Inverness, telah memulihkan 550 acre lahan gambut yang rusak, menanam satu juta pohon asli, dan menstabilkan populasi salmon, tikus air, dan perdikan.
Di bulan Mei, Kilchoan Estate, properti terbaru dari Dunton Destinations, akan dibuka di lahan liar seluas 13.000 acre di Peninsula Knoydart yang terpencil; lebih dari 555 acre sudah ditanami kembali dengan pohon-pohon asli. Miliarder Denmark, Anders Holch Povlsen, menciptakan WildLand untuk merealisasikan visi ambisiusnya selama 200 tahun ke depan yang bertujuan untuk mengembalikan 220.000 acre di Dataran Tinggi. Organisasi konservasi ini bekerja untuk memulihkan lahan gambut, menanam kembali hutan pinus Caledonian asli, dan mengintroduksi kembali spesies terancam punah seperti ptarmigan. Para pelancong dapat melihat secara langsung hasil kerja ini dengan mengunjungi koleksi sekitar 20 pondok, estate, dan lodge dari WildLand, termasuk Hope Lodge yang akan segera dibuka di Sutherland.


