Ubisoft baru saja mengumumkan rencana penutupan dua studio lagi sebagai bagian dari langkah penghematan yang terus berlanjut. Studio yang akan ditutup ini terletak di Winnipeg, Kanada, dan Belgrade, Serbia.
Berita ini bikin gelisah, terutama karena dampak besar dari perubahan organisasi ini diperkirakan akan berujung pada kehilangan banyak pekerjaan, terutama di divisi penerbitan global perusahaan dan studio Ubisoft di Barcelona, Spanyol. Studio di Barcelona ini sekarang akan fokus sepenuhnya pada franchise Rainbow Six, setelah sebelumnya juga mengerjakan proyek lain seperti seri Rabbids dan Star Trek: Bridge Crew.
Secara keseluruhan, perubahan terbaru ini diperkirakan akan memengaruhi hingga 380 posisi karyawan. Ini semakin memperburuk kondisi karyawan Ubisoft yang sudah mengalami pemangkasan jumlah pekerja selama beberapa tahun terakhir. Penurunan profit dan output game blockbuster yang melambat jadi beberapa penyebabnya.
Tahun 2023, Ubisoft mempekerjakan lebih dari 20.000 orang. Tapi kini, sebelum pengumuman terbaru ini, jumlahnya sudah menyusut menjadi 16.590. Nggak bisa dipungkiri bahwa situasinya cukup mengkhawatirkan bagi banyak orang yang mencintai dunia game.
Di bulan Maret lalu, Ubisoft juga telah mengkonfirmasi bahwa 105 staff akan meninggalkan studio game veteran, Red Storm Entertainment, sebagai bagian dari langkah permanen dalam merampingkan studio tersebut. Ini menyusul tiga gelombang pemecatan yang terjadi sejak tahun 2022.
Pemangkasan ratusan karyawan dan penutupan total berbagai studio menjadi tren yang sangat mengkhawatirkan bagi Ubisoft. Tahun 2026 sudah dimulai dengan sangat keras. Bulan Januari saja, perusahaan membatalkan enam game, termasuk remake Prince of Persia: Sands of Time, serta menutup dua studio Ubisoft secara total, yaitu Ubisoft Stockholm dan Ubisoft Halifax. Di saat yang bersamaan, mereka juga merumahkan karyawan di kantor Abu Dhabi, studio Trials RedLynx, dan Massive Entertainment yang mengerjakan Avatar: Frontiers of Pandora.
Seminggu setelah itu, Ubisoft mengumumkan rencana untuk memangkas 200 pekerjaan di kantor pusat mereka di Paris. Tindakan ini memicu protes di ibu kota Prancis. Dan di bulan Februari, Ubisoft terpaksa menenangkan para penggemar bahwa remake Splinter Cell yang sudah lama ditunggu tetap dalam tahap pengembangan walaupun 40 pekerjaan di Ubisoft Toronto dihilangkan.
Dengan semua perubahan ini, penggemar dan karyawan Ubisoft tentu merasakan dampak yang sangat besar. Ini seperti sebuah perjalanan yang sulit bagi mereka, dan harapan akan masa depan gaming yang cerah masih membara di antara kesulitan yang ada.



