[SINGAPURA] Penyedia pusat data ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) baru saja mengumumkan rencana ekspansi kampus pusat datanya di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur cloud, AI, dan digital yang semakin meningkat di Indonesia.
Rencana ini mencakup peluncuran pusat data STT Jakarta 2 dan penyelesaian pembangunan STT Jakarta 3. Tidak hanya itu, STT juga bakal memulai pembangunan STT Jakarta 5 dan STT Jakarta 6.
Dari pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan asal Singapura ini, STT Jakarta 2 sudah siap beroperasi dengan kapasitas beban TI sebesar 24 megawatt (MW). Sementara itu, STT Jakarta 5 dan STT Jakarta 6 akan memfasilitasi peningkatan kapasitas hingga 40 MW masing-masing pada fase pengembangan berikutnya.
STT Jakarta 3 dirancang untuk memenuhi berbagai standar, termasuk peningkatan efisiensi energi dan penggunaan sistem pendingin yang ramah lingkungan dengan potensi pemanasan global yang lebih rendah, sesuai dengan kerangka pendanaan hijau yang diakui.
Rencana Pengembangan Jangka Panjang
Ekspansi ini bertujuan untuk mempercepat rencana pengembangan jangka panjang dengan kapasitas TI yang “siap AI dan berkelanjutan” lebih dari 360 MW di Indonesia.
Saribua Siahaan, Direktur di Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia, menyatakan bahwa potensi pengembangan pusat data di Indonesia sangat signifikan. Hal ini didorong oleh perkembangan transformasi digital yang pesat dan meningkatnya permintaan akan infrastruktur TI yang dapat diandalkan dan aman.
Proyek ini didukung oleh sub-stasiun listrik bertegangan tinggi yang berada di lokasi, untuk meningkatkan keandalan pasokan daya dan memperpendek jalur dari pembangkit ke beban TI. Dengan demikian, kampus ini bisa menyediakan infrastruktur yang aman dan skalabel untuk pelanggan berskala besar dan perusahaan.
Perusahaan yang dimiliki oleh KKR dan Singtel ini menyebutkan bahwa sub-stasiun ini akan meningkatkan performa energi keseluruhan lokasi dengan mengurangi kerugian transmisi dan meningkatkan kualitas daya yang disuplai ke kampus tersebut.
Indonesia termasuk salah satu pasar digital yang paling cepat berkembang di Asia Tenggara, dengan adopsi cloud yang meningkat, perkembangan AI yang semakin pesat, dan tuntutan terhadap infrastruktur digital yang dihosting secara lokal semakin besar.
Diprediksi, perekonomian digital Indonesia akan mencapai USD 130 miliar pada tahun 2026, dengan AI sebagai mesin utama yang mendorong pertumbuhan produktivitas, inovasi, dan daya saing. Kapasitas pusat data juga diproyeksikan akan mencapai sekitar 2,7 gigawatt pada tahun 2030.



