[SINGAPURA] Grab baru saja mengumumkan langkah besar dengan mengkonsoildasi Superbank, bank digital asal Indonesia, ke dalam segmentasi layanan keuangannya. Ini terjadi setelah Singtel memindahkan sahamnya di Superbank ke GXS Bank, usaha patungan Grab dengan perusahaan telekomunikasi tersebut.
Dalam rilis yang dikeluarkan pada 20 Mei, Grab yang terdaftar di Nasdaq, menyebutkan bahwa kepemilikan gabungan mereka di Superbank akan meningkat menjadi lebih dari 50 persen. Dengan demikian, Superbank resmi jadi anak perusahaan Grab.
Setelah penggabungan ini, hasil keuangan Superbank bakal sepenuhnya tergabung ke dalam segmentasi layanan keuangan Grab. Ini tentunya memperkuat posisi Grab di pasar yang sedang berkembang pesat ini.
Superbank, yang sudah menyelesaikan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2025, kini memiliki kapitalisasi pasar mencapai US$1,6 miliar. Selain Grab, beberapa investor termasuk Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS Bank juga mendukung Superbank.
Grab mengungkapkan bahwa langkah konsolidasi ini secara signifikan bakal menguatkan komitmen mereka dalam layanan keuangan di Indonesia. Mereka melihat peluang besar di sektor layanan keuangan digital, dan langkah ini adalah bagian dari strategi mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Perlu dicatat, Grab juga memiliki kepemilikan 90 persen di OVO, dompet digital terkemuka di Indonesia. Kombinasi antara Grab dan OVO yang besar dalam bidang ride-hailing, pengiriman makanan, dan pembayaran digital memberi Superbank keuntungan struktural dalam distribusi, sementara data transaksi yang mengalir dalam ekosistem Grab meningkatkan kemampuan underwriting kredit Superbank.
Superbank mencatatkan laba penuh tahun pertamanya pada FY2025, menandai langkah positif bagi bank ini. Di bulan April 2026, aset Superbank melonjak 72 persen year-on-year menjadi 24 triliun rupiah (sekitar S$1,7 miliar), sementara pendapatan bunga bersih meningkat 84 persen tahun ke tahun.
Bank digital ini, yang meluncurkan aplikasinya pada 2024, sudah melayani lebih dari enam juta pelanggan di seluruh Indonesia, dengan lebih dari satu juta transaksi setiap harinya. Grab juga menyoroti bahwa hasil keuangan Superbank akan sepenuhnya tergabung ke dalam layanan keuangan mereka mulai Mei 2026.
Dalam pernyataannya, Grab juga menambahkan bahwa mereka akan menyediakan panduan keuangan grup yang terbaru pada panggilan hasil kuartal kedua di bulan Agustus mendatang.
Alex Hungate, Presiden dan COO Grab, menyatakan, “Konsolidasi ini bertujuan untuk memperdalam model bisnis kami dan memperluas dampaknya, serta memperkuat komitmen jangka panjang kami untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.”
Grab meyakini bahwa transaksi ini bakal mendukung upaya GXS Bank untuk memperluas jangkauannya secara regional dan memperdalam kolaborasi antara Superbank dan operasionalnya di Singapura serta Malaysia.
“Bank digital kami berbagi misi yang sama untuk membuat layanan keuangan lebih mudah diakses bagi masyarakat Asia Tenggara,” tambah Lai Pei-Si, CEO GXS Bank.




