Eunseok dari RIIZE sedang menjadi sorotan karena dugaan penggunaan istilah rasis dalam sebuah unggahan yang kini telah dihapus.
Tanggal 5 Mei adalah Hari Anak di Korea, dan biasanya para idol membagikan foto-foto mereka saat kecil. Eunseok pun melakukan hal yang sama dengan membagikan foto-foto lucu dirinya waktu kecil di platform chatting untuk penggemar.
Dari foto-foto tersebut, Eunseok menambahkan pesan yang menggambarkan foto-foto tersebut dengan istilah “kkamdungie/kkamdoongi Eunseok.”
Namun, istilah “kkamdoongie” itu sendiri adalah slang yang dianggap menyinggung, sering digunakan untuk merendahkan orang dengan kulit lebih gelap. Istilah ini pun sering dibandingkan dengan n-slur dalam bahasa Inggris.
Akibatnya, Eunseok mendapatkan banyak kritik dari publik, menyudutkan dirinya dengan tuduhan rasisme. Berbagai komentar di media sosial pun meramaikan kicauan tentang kontroversi ini.
this should not be swept under the rug idc if he deleted it fast he shouldnt even have the word running around in his head??? a whole grown adult. remember that. i hope he thinks abt it and apologizes sincerely because this is ridiculous its 2026 https://t.co/gs6MN5Jfmu
— sogi biscuit (@xosogi) May 5, 2026
what drives me nuts in any capacity is thinking that you can delete something to simply make it go away. as someone with a large fanbase and therefore some capacity of influence, your words are immortalized online. you will be held accountable regardless
— lila (@chickenstrip35) May 5, 2026
aint no way bruh😭😭😭😭 pic.twitter.com/Dzwk8vuNgI
— eli. (@byeolique) May 5, 2026
Meski begitu, ada juga yang berpendapat bahwa istilah tersebut hanya kata usang dan Eunseok tidak menggunakannya dengan niat rasis. Mereka menambahkan konteks bahwa “kkamdungi” adalah istilah Korea lama yang bisa merujuk pada kulit yang sangat gelap, terutama saat masa kanak-kanak.
Just to add context: the word Eunseok used (“kkamdungi”) is an old Korean term that can refer to being very tan/dark, especially in childhood. It can be considered outdated or insensitive depending on context, but it’s also commonly used in Korea in a self-referential way without… https://t.co/0vwLfhHwuE
— ・゚⋆ (@rz_glow_) May 5, 2026
Namun, masih banyak yang menunjukkan video eksperimen sosial di mana orang-orang Korea biasa merespons dengan reaksi yang kuat terhadap penggunaan kata tersebut, dengan beberapa bahkan setuju bahwa kata itu mirip dengan n-word.
whether it’s real or fake, the fact that i’m seeing people try to justify it or come up with ‘reasons’ why that word isn’t bad talking about how “people make mistakes” really shows how some of y’all genuinely don’t give a fuck about black people do your fucking research bruh 😭 https://t.co/o0wC47vE2j pic.twitter.com/E9iK952aHA
— eli. (@byeolique) May 5, 2026
Sampai saat ini, Eunseok belum memberikan pernyataan resmi mengenai situasi ini.

