Setelah awal yang kuat di tahun 2026, bank-bank terbesar di Filipina kini bersiap menghadapi potensi penurunan pendapatan. Para analis mengingatkan bahwa langkah baru dari bank sentral untuk meredakan krisis energi bisa berdampak pada pendapatan bunga mereka.
Skenario ini menggambarkan kerentanan yang sama di seluruh kawasan ASEAN, di mana naiknya biaya energi semakin dipahami sebagai penyebab risiko kredit yang meningkat.
Hasil kuartal pertama dari bank-bank terbesar di Filipina berdasarkan aset, seperti BDO Unibank, Bank of the Philippine Islands (BPI), dan Metrobank, menunjukkan cadangan modal yang dalam. Namun, dampak dari lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mengancam margin yang selama ini mendukung pertumbuhan mereka yang luar biasa.

