Beranda Tech Cisco Coba AI untuk Buat Laporan Insiden Keamanan, Hasilnya? Tak Sesuai Harapan!
Tech

Cisco Coba AI untuk Buat Laporan Insiden Keamanan, Hasilnya? Tak Sesuai Harapan!

Bagikan
Cisco Coba AI untuk Buat Laporan Insiden Keamanan, Hasilnya? Tak Sesuai Harapan!
Bagikan

Cisco baru aja ngeluarin laporan yang bikin perusahaan-perusahaan yang mau memanfaatkan AI untuk laporan keamanan jadi mikir dua kali. Dalam laporan ini, mereka nunjukin pengalaman mereka dalam menggunakan AI untuk membuat laporan insiden, dan hasilnya… cukup mengejutkan.

Perusahaan ini ngingetin bahwa kalo kamu pikir menggunakan AI bisa bikin segalanya jadi lebih mudah, siap-siap untuk menemukan “ketidakakuratan signifikan, kesimpulan yang aneh, dan gaya penulisan yang gak konsisten.” Kenapa? Karena semua itu berasal dari bagaimana Large Language Models (LLM) bekerja, yang bergantung pada probabilitas untuk menghasilkan teks.

Cisco menjelaskan, “Model-model ini menghasilkan output dengan memprediksi token berikutnya, biasanya kata atau sub-kata, dalam sebuah urutan, berdasarkan bobot model dan data pelatihan.” Dalam pandangan The Register, ini lebih kayak sistem autocomplet yang canggih yang suka memberikan tebakan yang terpelajar.

Fana – Inline Article Ads

Apa yang Berfungsi dan Apa yang Gak

Karena AI pada dasarnya cuma memprediksi kata berikutnya, Cisco mengidentifikasi empat masalah utama:

  • LLM menggunakan data yang berbeda untuk setiap kueri baru, sehingga konsistensi dan standardisasi jadi tantangan tersendiri.
  • Bahkan jika data yang sama digunakan, hasilnya tetap akan sedikit berbeda setiap kali.
  • Setiap dokumen baru akan memiliki struktur dan format yang berbeda, lagi-lagi menjadi tantangan untuk standar yang sama.
  • AI sering membuang data yang berharga, mengubah hasilnya.
Baca juga  Kelompok Ransomware Mengancam Bocorkan Identitas Anggota Rival dalam Pertikaian Siber yang Semakin Memanas!

Namun, bukan berarti AI tidak bisa digunakan untuk laporan teknis panjang. Cisco meyakinkan bahwa AI masih bisa bantu perusahaan menghemat banyak data, asal pengaturannya tepat.

Menurut mereka, pendekatan yang baik adalah memberikan AI instruksi yang “spesifik dan terperinci, fokus pada bagian kecil dari laporan.” Selain itu, AI tidak boleh dipersilakan memilih sumber laporannya, tapi seharusnya diberikan dokumen tertentu saja. Dan yang tak kalah penting, AI juga butuh instruksi jelas mengenai format dan gaya penulisan.

Arte7Travel – Inline Article Ads

Cisco menyebutkan, “Uji buta terhadap laporan contoh dalam proses jaminan kualitas kami menunjukkan tidak ada penurunan yang signifikan dalam kualitas penulisan secara keseluruhan.”

Yang lebih menarik lagi, para reviewer dari rekan sejawat, editor profesional, dan manajemen tidak dapat membedakan bahwa laporan tersebut dibuat oleh AI. Mereka justru memberikan komentar positif, terutama soal minimnya kesalahan ketik dan tata bahasa dibandingkan laporan biasa.

Tapi Cisco juga menemukan tantangan lain: saat AI diminta untuk mengedit beberapa laporan contoh dalam satu sesi, konten dari satu laporan sering terkontaminasi dengan laporan lain. Ini bahkan terjadi meskipun catatan yang digunakan untuk menghasilkan laporan pertama sudah dihapus dari dokumen referensi proyek.

Fana – Inline Article Ads
Baca juga  Malware AMOS di macOS Menyebar Melalui Trik Terminal Sederhana: Ancaman Baru atau Hanya Ilusi?

Untuk mengatasi masalah ini, peneliti menyarankan untuk memulai sesi baru dan memasukkan kembali instruksi untuk setiap laporan insiden baru yang ingin dibuat.

Arte7Travel – Inline Article Ads
Bagikan
Berita terkait
Ahli Ungkap: Kunci API Google Tetap Berfungsi Meski Sudah Dihapus, Tak Ada Cara Cepat untuk Menanganinya!
Tech

Ahli Ungkap: Kunci API Google Tetap Berfungsi Meski Sudah Dihapus, Tak Ada Cara Cepat untuk Menanganinya!

Penelitian Aikido Temukan Kunci API Google Masih Bisa Digunakan Hingga 23 Menit...

Ilmuwan Ciptakan Chip Kuantum yang Ubah Kebocoran Foton Menjadi Sinyal Terkontrol, Mengubah Cara Eksperimen Komputasi di Era Modern!
Tech

Ilmuwan Ciptakan Chip Kuantum yang Ubah Kebocoran Foton Menjadi Sinyal Terkontrol, Mengubah Cara Eksperimen Komputasi di Era Modern!

Suatu tim peneliti di KTH Royal Institute of Technology baru-baru ini menciptakan...

Saringan Emas Mikroskopis Hasil Spin-off Tak Terduga Siap Mengubah Satelit, Jaringan 6G, dan Pemindai Medis Masa Depan!
Tech

Saringan Emas Mikroskopis Hasil Spin-off Tak Terduga Siap Mengubah Satelit, Jaringan 6G, dan Pemindai Medis Masa Depan!

Filter Terahertz Tipis dari Lepto Guncang Teknologi Komunikasi Satelit Bayangkan sebuah foil...

Malware AMOS di macOS Menyebar Melalui Trik Terminal Sederhana: Ancaman Baru atau Hanya Ilusi?
Tech

Malware AMOS di macOS Menyebar Melalui Trik Terminal Sederhana: Ancaman Baru atau Hanya Ilusi?

Atomic macOS Stealer, atau yang lebih dikenal sebagai AMOS, jadi ancaman serius...