Film sci-fi terbaik dari Prime Video ini mungkin nggak banyak didengar oleh khalayak luas. Namun, jika kita telisik ceritanya lebih dalam, film ini seolah menggabungkan yang terbaik dari Stranger Things dan Close Encounters With the Third Kind. Meskipun sudah tujuh tahun sejak dirilis, film ini masih punya skor Rotten Tomatoes yang mengesankan, yaitu 92%. Ini jelas menjadi tanda bahwa lebih banyak penggemar sci-fi perlu menontonnya.
Disutradarai oleh Andrew Patterson, film yang dimaksud adalah The Vast of Night. Ceritanya berlangsung di New Mexico tahun 1950-an dan secara longgar terinspirasi dari kejadian-kejadian nyata yang masih jadi misteri, seperti insiden UFO Kecksburg dan hilangnya Foss Lake. Cerita ini mengikuti pekerja operator telepon muda, Fay Crocker (Sierra McCormick), dan DJ radio, Everett Sloan (Jake Horowitz), saat mereka menemukan frekuensi audio misterius.
Dalam runtime yang singkat, hanya 89 menit, The Vast of Night dengan cerdas membangun ketegangan dan memanfaatkan anggaran yang terbatas untuk mengajak penonton merasakan paranoia yang mengendap dan misteri kosmik. Film ini juga menyimpan sedikit unsur horor yang bikin drama sci-fi-nya makin menarik dan mengingatkan pada film-film klasik Steven Spielberg seperti Close Encounters With The Third Kind.
Penggabungan Elemen Stranger Things dan Gaya Klasik Spielberg yang Menarik
The Vast of Night seolah jadi versi alternatif dari Stranger Things jika karakter-karakter mudanya hanya berdiam di ruang radio sekolah dan menghabiskan malam mengejar sinyal aneh serta misteri yang bersembunyi di pinggiran kota mereka. Mungkin konsep ini terdengar membosankan, tapi film ini dengan cerdik memanfaatkan desain suara dan ketegangan yang terkungkung untuk menyampaikan cerita tentang kontak manusia dengan makhluk luar angkasa.
Dengan gaya khas Spielberg, film ini mengubah teknologi sehari-hari menjadi sesuatu yang terasa asing. Seperti yang dilakukan Spielberg dengan perangkat-perangkat seperti synthesizer dan layar pengendali lalu lintas udara yang jadi pintu gerbang kontak alien, The Vast of Night mencapai efek serupa dengan switchboard, perekam kaset, dan frekuensi radio yang berdesis.
Cerita film ini awalnya seperti gelembung mandiri, mirip dengan Hawkins di Stranger Things. Namun, semakin dalam penjelajahan terhadap yang tidak diketahui, semakin terlihat bahwa realitas itu sendiri sedang bergeser di bawah kaki para karakter utama. Elemen Twilight Zone juga terasa dalam film ini, di mana sutradara Andrew Patterson membingkai kisahnya sebagai episode dari acara antologi fiksi berjudul “Paradox Theater.“
Di salah satu momen paling menegangkan, film ini bahkan mempercayakan imajinasi penonton dengan menampilkan urutan blackout yang menghadirkan frekuensi statis aneh di latar belakang. Berbeda dengan film sci-fi Spielberg lainnya, The Vast of Night menahan diri untuk tidak mengandalkan terlalu banyak efek visual.
Meski demikian, perasaan kosmik yang mencengkeram bersamaan dengan desain suara yang brilian dan naskah yang ditulis dengan baik membuat film ini tetap membekas dalam ingatan penontonnya meski kredit filmnya sudah muncul di layar.
Salah Satu Film Sci-Fi Terbaik yang Jarang Diperhatikan
Dikarenakan anggaran yang terbatas dan gaya lo-fi, The Vast of Night memang tidak untuk semua orang. Mungkin inilah yang menjelaskan mengapa film ini tidak mendapat perhatian luas meski mendapatkan banyak pujian dari kritikus. Namun, film ini mampu mencapai apa yang seringkali sulit dilakukan oleh film-film besar dengan menguasai seni memperlihatkan tanpa menjelaskan terlalu banyak.
Walaupun film sci-fi dari Prime Video ini dipenuhi dialog dalam durasi satu setengah jam, film ini menemukan cara-cara kreatif untuk menarik perhatian penonton. Dari pengambilan gambar panjang hingga transisi visual yang hampir hipnotis, ditambah desain suara yang membuat penonton terbenam dalam misteri yang ada.
Walaupun ada beberapa adegan yang terlalu banyak mengekspos, kemampuan film ini untuk mengajak penonton berperan sebagai detektif amatir seperti karakter utamanya membuat setiap momen terasa tidak membosankan.
Membandingkan dengan Close Encounters With the Third Kind dan Stranger Things mungkin terasa sedikit tidak adil, mengingat betapa berbeda dan uniknya kontribusi film ini terhadap genre sci-fi. Namun, buat penonton yang menyukai gaya sci-fi Spielberg dan nuansa dari serial Netflix, Prime Video menyajikan The Vast of Night dengan sangat memuaskan.




