Rancangan Undang-Undang Baru: Linux Bebas dari Aturan Verifikasi Usia
Undang-Undang baru yang diusulkan di California bertujuan untuk menyelamatkan banyak distribusi Linux open source populer, seperti Ubuntu, dari kewajiban verifikasi usia yang akan diterapkan pada tahun 2025. Ini adalah bagian dari Digital Age Assurance Act yang dirancang untuk mengalihkan beban verifikasi usia dari situs web individual ke tingkat sistem operasi.
Dengan peraturan ini, sistem operasi (OS) wajib meminta penggunanya untuk memberikan informasi tentang rentang usia saat melakukan pengaturan perangkat. Data tersebut nantinya akan terhubung dengan aplikasi dan toko yang menyediakan layanan terbatas usia.
Komunitas Linux menyambut baik perubahan ini. Mereka sebelumnya khawatir karena sifat open source dari perangkat lunak ini membuatnya sulit diatur tanpa kepemilikan komersial. Rancangan amandemen yang diusulkan oleh Buffy Wicks, anggota dewan dari Oakland, telah membantu menjelaskan apa yang dimaksud dengan ‘pemberi sistem operasi’. Perubahan ini secara jelas mengeluarkan entitas yang mendistribusikan perangkat lunak di bawah lisensi yang memungkinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusi, atau mengeditnya – dalam hal ini, Linux.
Hal ini berarti bahwa sistem komersial seperti Windows dan macOS harus tetap mematuhi undang-undang baru ini. Meskipun demikian, amandemen ini masih dalam tahap awal dan perlu melewati dua kamar legislasi sebelum diundangkan.
Per 20 April 2026, rancangan undang-undang ini sudah mendapatkan dukungan dari dua organisasi, sementara tiga organisasi lainnya menolak. Selain itu, amandemen ini juga memperluas cakupan undang-undang untuk mencakup penyedia browser dan pengelola situs web, serta mewajibkan vendor OS untuk hanya mengirimkan “informasi minimum yang diperlukan untuk mematuhi undang-undang.”
Buffy Wicks menambahkan, “Kami ingin memastikan bahwa semua ruang online yang dapat diakses anak-anak, seperti situs web, termasuk dalam kerangka kepastian usia ini dan dapat mematuhi hukum yang berlaku.”
Dengan kehadiran peraturan ini, kita bisa berharap akan ada langkah nyata dalam melindungi pengguna muda di dunia maya, sembari tetap memperhatikan hak atas privasi dan kebebasan yang diusung oleh teknologi open source. Pastinya, perkembangan ini akan menjadi sorotan, dan kita tak sabar menunggu bagaimana industri teknologi akan merespons perubahan aturan ini di masa depan.



