Peringatan: Mengandung spoiler chapter #347 Blue Lock. Era baru dimulai untuk Blue Lock setelah Isagi dan timnya mengalami kekalahan terbesar mereka dalam enam tahun terakhir. Setelah kalah dari Rin di seleksi kedua, Isagi bersama tim Blue Lock tak henti-hentinya mengasah kemampuan dan ego mereka. Mereka tidak hanya berhasil menaklukkan tim U-20 Jepang yang asli dalam sebuah kejutan, tetapi kemampuan analitis Isagi juga membawanya ke puncak Liga Neo-Egois, membuatnya dianggap sebagai pahlawan yang akan memimpin Jepang meraih kemenangan di Piala Dunia.
Selama bertahun-tahun, para pemain Blue Lock nampak tak terhentikan, dengan Isagi merasa sangat percaya diri. Namun, semua itu berakhir di chapter #347. Pertandingan yang sangat intens antara Blue Lock dan tim U-20 Prancis terjadi, dimulai dengan harapan pertandingan berakhir imbang—apakah Isagi atau Rin yang akan mencetak gol penentu. Sayangnya, tembakan terakhir mereka meleset, dan Loki menangkap bola lalu mencetak gol, mengakhiri laga dengan skor 4-2 untuk keunggulan Prancis. Ini adalah kekalahan paling menyakitkan bagi Blue Lock dalam waktu yang lama, dan ini justru jadi momen tepat yang dibutuhkan oleh serial ini saat ini.
Kenapa Kekalahan Besar Blue Lock Sangat Tepat
Meski mengejutkan bahwa Blue Lock gagal mencetak gol, justru inilah cara terbaik untuk mengakhiri pertandingan. Sejak awal arc Liga Neo-Egois, Prancis digambarkan sebagai hambatan terbesar bagi Blue Lock dalam meraih sukses di Piala Dunia. Loki dan Hugo menjadi rival utama bagi Isagi. Bertanding melawan Prancis hanya menunjukkan seberapa banyak Isagi dan tim Blue Lock masih harus berkembang agar bisa mengalahkan Prancis, dan hal itu tidak akan terwujud jika pertandingan berakhir dengan baik bagi mereka.
Yang lebih menarik lagi, cara tim Blue Lock kalah di chapter #347 sangatlah simbolis. Isagi akhirnya berhasil menghadapi Hugo dan berada dalam posisi sempurna untuk mencetak gol. Namun, Rin malah mengambil alih dengan niat mencetak gol bagi dirinya sendiri, mengarahkan bola keluar jalur dan memberi kesempatan bagi Loki untuk mencetak gol dan memastikan kemenangan Prancis. Isagi dan Rin tampak tidak sinkron, sehingga jika mereka berhasil mencetak gol di saat itu, rasanya tidak akan layak didapatkan.
Mengapa Twist Besar di Blue Lock Harus Mengubah Manga Selamanya
Setelah sekian lama, Blue Lock memberikan kekalahan yang sangat menghancurkan bagi para pahlawannya, dan inilah yang dibutuhkan manga saat ini. Pertandingan melawan Prancis menantang teori egois dari program Blue Lock, karena Jepang hanya mencetak gol dengan bermain lebih tradisional. Pertandingan ini juga diakhiri dengan Isagi mulai meragukan keyakinannya terhadap Ego akibat tindakan Rin. Nampaknya jelas bahwa para pemain tidak akan berhasil hanya dengan mengikuti ideologi Blue Lock secara membabi buta, dan semoga manga ini melanjutkan untuk mempertanyakan segalanya.
Setidaknya, kekalahan dari Prancis menunjukkan bahwa mereka telah mencapai batas. Untuk memenangkan Piala Dunia, mereka harus menantang cita-cita Ego agar bisa melampaui batasan yang ada. Meski kekalahan ini besar, chapter #347 dari Blue Lock adalah kesempatan bagi para karakter dan alur cerita untuk berkembang secara nyata, dan akan sangat menarik untuk melihat apa yang bakal dilakukan manga ini dengan situasi baru ini.



