Belum lama ini, anggota grup K-Pop legendaris, S.E.S, yaitu Bada, terjebak dalam kontroversi setelah penggemar mengklaim bahwa mereka ditipu pada sebuah acara “konser gratis”. Acara ini, yang diadakan pada 30 April di sebuah teater kecil di Distrik Seocho, Seoul, membuat ribuan pengunjung yang hadir merasa kecewa setelah dipaksa mendengarkan pemaparan panjang tentang penjualan keanggotaan layanan pemakaman sebelum Bada tampil di atas panggung.
Awalnya, banyak yang antusias datang karena acara ini dipromosikan secara gencar di media sosial sebagai penampilan gratis dari penyanyi terkenal. Namun, para pengunjung menyebutkan bahwa suasana malam itu menjadi jauh berbeda dari yang mereka harapkan.
Sebelum Bada tampil, mereka dipaksa duduk selama hampir dua jam mendengarkan presentasi tentang keanggotaan layanan pemakaman, di mana mereka didorong untuk mendaftar dengan iming-iming manfaat khusus terkait paket tersebut. Pengunjung dilaporkan menerima formulir aplikasi yang meminta informasi pribadi, termasuk nomor telepon dan rincian rekening bank, sambil diredak untuk mendaftar agar mendapatkan “keuntungan khusus di tempat”.

Hanya setelah semua formulir terkumpul, barulah Bada naik ke panggung. Awalnya, penyanyi tersebut hanya disebut sebagai “Penyanyi A”, namun komunitas online dengan cepat mengenali Bada sebagai artis tersebut.
Banyak pengunjung merasa “ditipu” oleh pengalaman tersebut. Salah satu pengunjung mengungkapkan, “Penampilannya sebenarnya bagus, tapi acaranya terlalu lama diawali dengan presentasi tersebut. Saya tidak bisa menghilangkan rasa bahwa saya telah dibohongi.”
“Penampilannya sendiri bagus, tapi promosi sebelumnya terlalu panjang. Saya tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa saya telah ditipunya.”
— Seorang pengunjung
Klaim ini menarik perhatian publik, dan pihak agensi Bada pun segera angkat suara, menjauhkan penyanyi itu dari penyelenggara acara. Mereka menegaskan bahwa Bada bergabung ke acara tersebut setelah dipesan melalui agen luar dan tidak memiliki hubungan kontraktual dengan perusahaan layanan pemakaman tersebut.
[Bada] berpartisipasi dalam penampilan setelah dipesan melalui agen luar. Ia sama sekali tidak terlibat dalam perencanaan acara atau bagian promosi sebelumnya.
— Agensi Bada
Agensi juga menegaskan bahwa mereka merasa frustrasi karena situasi ini memberi kesan seolah-olah Bada mendukung produk yang ditawarkan. Selain itu, penyelenggara acara dilaporkan berjanji untuk memperbaiki transparansi dalam acara-acara mendatang, mengingat kritik yang terus mengalir terkait taktik pemasaran yang menggunakan “konser gratis” dan penampilan selebriti untuk menarik khalayak sebelum beralih ke presentasi penjualan panjang.

Kontroversi ini menunjukkan tantangan dalam industri hiburan, di mana harapan para penggemar bisa dengan cepat berubah menjadi kekecewaan. Dengan segala perhatian yang mengalir, kita semua berharap agar pengalaman serupa tidak terulang lagi di masa depan.
