Doyoung dari NCT baru-baru ini tampil dengan gaya yang super kece dalam pemotretan untuk majalah fashion Noblesse Men!
Setelah sesi foto, Doyoung yang sedang mempersiapkan konser encore-nya di INSPIRE Arena, berbagi perasaan soal tampil sendirian di atas panggung besar tanpa anggota lainnya. Dia mengungkapkan, “Dulu sih terasa berat, tapi sekarang udah lebih terbiasa. Di antara semua kegiatan yang aku jalani—mulai dari sesi foto, syuting video musik, acara variety, hingga rekaman dan wawancara—tampil di atas panggung adalah hal yang nggak terasa seperti kerjaan buat aku. Memang banyak yang harus disiapkan untuk konser, tapi saat aku melangkah di atas panggung, rasanya kayak pergi bersenang-senang.”
Ditanya tentang momen paling mendebarkan di atas panggung, Doyoung menjawab, “Aku merasa senang saat fans menyanyikan lagu secara serentak, tapi saat aku bisa bernyanyi tanpa batasan dan sesuai dengan keinginanku, itu bikin aku merinding. Rasanya kayak terbang.”

Sejak melakukan debut solo, Doyoung mengeluarkan album penuh setiap tahun dengan setidaknya 10 lagu. Ketika ditanya apakah ini karena dia punya banyak musik yang ingin dibuat, atau tidak bisa santai, atau mungkin karena ambisi yang tinggi, Doyoung bercanda menjawab bahwa itu semua karena stamina fisiknya yang mendukung. Dia menambahkan, “Semua alasan yang kamu sebut itu benar, tapi semuanya mungkin karena aku punya tenaga yang cukup. Contohnya, rekaman hanya mungkin jika suaraku bisa tampil secara konsisten pada level yang aku inginkan. Beruntungnya, aku masih punya energi untuk melakukan semuanya.”

Doyoung mengungkapkan bahwa saat ini yang paling dia fokuskan adalah, “Kesehatanku. Aku berharap tubuhku bisa tetap dalam kondisi sama terlepas dari situasi. Aku ingin bangun setiap pagi dengan energi yang sama, tapi itu kan nggak mungkin, ya?”

Soal kolaborasinya dengan artis senior seperti Kim Jong Wan dari Nell, Yoon Do Hyun, dan Kim Yoon Ah dari Jaurim dalam album terbarunya “Soar,” Doyoung mengungkapkan, “Sejak aku mulai berkarir di musik, terutama saat mempersiapkan album solo ini, aku merasa butuh untuk menemukan warna musikku sendiri. Itu belum berubah sampai sekarang. Di masa itu, aku sangat terpengaruh oleh musisi yang membentuk seleraku—musik yang aku dengarkan dan kagumi saat di sekolah. Ketiga artis itu selalu ada dalam perjalanan musikku. Nggak berarti aku hanya ingin mengejar seleraku sendiri hanya karena ini album solo, tapi aku yakin bisa melakukan yang terbaik hanya jika aku membuat musik yang aku cintai.”

Ketika ditanya tentang selera musiknya, Doyoung mengatakan, “Aku ingin banget menjelajahi berbagai gaya musik rock. Tapi saat aku mencari kesamaan dalam musik yang aku suka, terlepas dari genre, itu adalah musik yang bisa dimainkan dengan format band empat atau lima orang. Genre bukan masalah bagiku, tapi aku sepertinya menyukai musik yang terasa natural saat diaransemen untuk band.”

Ditanya tentang arti memasuki usia 30, Doyoung mengungkapkan, “Beberapa orang mungkin memikirkan hal yang berbeda, tapi profesi idol biasanya diasosiasikan dengan citra muda di usia dua puluhan. Terkadang terlihat seolah-olah idol lebih bergerak berdasarkan pilihan orang lain ketimbang diri sendiri. Meski ini nggak selalu benar, persepsi itu memang ada. Aku tidak pernah membencinya, justru aku ingin orang lebih mengenal diriku.”

Dia melanjutkan, “Sepanjang dua puluhanku, aku selalu membayangkan bahwa segalanya akan lebih baik di usia tiga puluhan. Aku berpikir dengan merilis album sendiri dan berbagi cerita, kesenjangan itu akan menyempit. Aku percaya bahwa usia tiga puluhan adalah waktu ketika aku bisa hidup lebih sesuai dengan ketenaranku, tanpa mempedulikan apa kata orang. Rasanya aku selalu menantikan usia tiga puluh.”

Seluruh sesi foto dan wawancara Doyoung bisa ditemukan di edisi Oktober majalah Noblesse Men.
Selagi menunggu, tonton drama Doyoung “Dear X Who Doesn’t Love Me” dengan subtitle di Viki di bawah ini:
Tonton Sekarang


