Printer laser mungkin terlihat sepele di sudut kantor, mencetak dan menyalin ratusan dokumen untuk bisnis kita. Tapi, tunggu dulu! Ada banyak hal menarik di balik mesin ini yang mungkin tidak kita ketahui.
Banyak pengamat teknologi yang sangat menikmati uji coba dan review berbagai tipe printer di TechRadar Pro. “Apa jadinya tanpa printer?” tanya mereka sendiri. Printer laser sendiri tuh bener-bener menarik (serius!). Teknologi yang muncul sejak tahun 60-an, komponen yang bekerja di suhu panas membara, dan “tinta” yang sebenarnya bukan tinta — semua ini bikin kita takjub dengan apa yang terjadi dalam mesin-mesin yang terlihat sederhana ini.
Gak percaya? Yuk, kita ulas sepuluh fakta luar biasa tentang printer laser ini — setelah ini, kamu mungkin akan memandang perangkat di kantor dengan cara yang berbeda ketika mau mencetak laporan.
1. Printer laser ditemukan pada tahun 1969
Harus diakui, printer laser punya sejarah yang panjang. Sedari dulu, mereka sudah bertransformasi menjadi lebih kecil, terjangkau, dan menjadi barang umum di kantor. Tahukah kamu bahwa printer laser sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an?
Pemrogram bernama Gary Starkweather adalah orang di balik prototipe pertama printer laser, saat bekerja di departemen pengembangan produk Xerox. Pada masa itu, Xerox merajai pasar fotokopi, tapi Garty punya ide cemerlang menggunakan semburan laser untuk memindahkan desain baru ke drum Copier. Dan voila! Printer laser pun lahir. Dia kemudian pindah ke Xerox Palo Alto Research Center pada tahun 1971 untuk melanjutkan eksperimen dan pada tahun 1976, printer laser komersial pertama sudah digunakan di pusat data.
2. Lebih banyak sejarah daripada yang kamu kira
Pada tahun 1982, printer laser mulai diproduksi secara komersial untuk kebutuhan rumah dan kantor. Kabarnya, Apple terlibat dalam perkembangan printer ini, setelah Steve Jobs melihat Canon LBP-CX saat membeli disket untuk Macintosh yang akan datang.
John Warnock, yang juga seorang pelopor produksi, mendirikan Adobe dan meyakinkan Apple untuk melisensikan teknologi mereka untuk printer baru merek Apple. Hasilnya, Apple LaserWriter diluncurkan pada tahun 1985. Dukungan untuk teknologi PostScript dan AppleTalk yang dikembangkan Warnock dan Adobe bikin biaya printer Apple ini jadi lebih terjangkau dan cocok dengan komputer Macintosh serta software dari Adobe, seperti Aldus PageMaker. Apa yang terjadi selanjutnya? Terjadilah revolusi industri penerbitan desktop yang mengubah wajah buku, majalah, dan brosur, serta menghadirkan warisan penerbitan yang sekarang masih dominan menggunakan software Adobe dan Apple.
3. Printer laser komersial pertama diproduksi selama 23 tahun
Model komersial berkecepatan tinggi pertama, IBM 3800, menggantikan printer baris kuno yang digunakan untuk menghubungkan komputer mainframe di pusat data. Printer ini bisa mencetak hingga 215 halaman per menit dengan resolusi yang relatif sederhana, dan memproduksi 45.000 karakter per detik — enam kali lebih cepat dibanding printer tercepat sebelumnya.
Yang mengejutkan, IBM terus menyempurnakan dan memperbarui 3800 hingga penghujung era produksinya, menjadikannya lebih cepat dan menghasilkan kualitas output yang lebih tajam. Printer ini dihentikan pada tahun 1999 setelah lebih dari 10.000 unit dikirim ke seluruh dunia.
4. HP LaserJet pertama sangat mahal
HP LaserJet yang asli muncul pada tahun 1984, menjadi printer laser pertama untuk konsumen massal. Meskipun sekarang kita bisa mendapatkan printer dengan harga terjangkau, harga LaserJet yang pertama sangat mencengangkan — sekitar $3,495, setara dengan $10,968 hari ini.
5. Printer laser beroperasi di hampir 400°F
Walau terlihat remeh, printer laser memiliki komponen yang bisa sangat panas dan berpotensi menyebabkan luka bakar. Bagian kunci dari setiap printer laser adalah unit fuser yang menggabungkan serbuk toner dan kertas untuk mencetak dokumen. Buat mencetak, toner harus dilelehkan dan menyatu dengan kertas, sehingga unit fuser harus bekerja pada suhu mendekati 400°F. Panasnya seperti oven, cukup untuk memberikan luka serius kepada siapa pun yang terkena.
6. Tinta? Sebenarnya bukan tinta
Jika kamu mendengar istilah “toner”, jangan bayangkan tinta seperti yang biasa kita tahu. Toner adalah serbuk kering yang terbuat dari partikel plastik halus, biasanya dari resin poliester, dicampur dengan pigmen untuk menghasilkan warna tertentu. Karena cara kerja printer laser yang menghangatkan toner hingga mencair, tinta sebenarnya tidak akan berfungsi dengan baik.
7. Toner memiliki bahan yang mengejutkan
Di awal kemunculan printer laser, perhatian terhadap keamanan dan lingkungan dari toner masih minim. Dulu, kalau kamu menyelidiki campuran toner, kamu bisa menemukan jelaga dan karat. Sekarang, sebagian besar toner terbuat dari plastik yang digiling halus — semakin kecil butirannya, semakin baik kualitas cetakannya.
8. Toner yang ditumbuhkan di lab
Tradisionalnya, toner dibuat dengan menggabungkan semua bahan menjadi satu blok sebelum digiling. Sekarang, pengguna menuntut kualitas cetak yang lebih detail dan konsisten. Beberapa perusahaan bahkan menggunakan proses kimia untuk “menumbuhkan” partikel toner di laboratorium.
9. Printer laser juga menggunakan lensa dan cermin
Seperti namanya, printer laser menggunakan sinar laser. Ketika kamu mau mencetak, laser menyalakan dan mematikan dengan cepat untuk menargetkan bagian tertentu dari drum fotoreseptor.
10. Pencetakan laser berbasis pada xerografi
Xerografi adalah teknik penyalinan kering yang ditemukan oleh fisikawan Amerika, Chester Carlson, pada tahun 1942. Proses ini menggunakan gambar elektrostatik yang menarik partikel toner untuk dipindahkan ke kertas. Sejarah xerografi dapat ditelusuri lebih jauh ke proses pencetakan elektrostatik kering yang ditemukan oleh Georg Christoph Lichtenberg pada tahun 1778.
Setelah mengajukan paten, Carlson mulai mengembangkan prosesnya menjadi produk komersial pada tahun 1946, dan sebuah perusahaan bernama Haloid Photographic Company melihat potensi dan mendukung pengembangannya. Hampir dua puluh tahun kemudian, proses xerografi otomatis dikembangkan dan melahirkan mesin fotokopi komersial pertama, serta mengubah nama perusahaan menjadi Xerox. Pada tahun 1969, ketika Gary Starkweather melihat potensi pencetakan di mesin fotokopi, printer laser pun muncul hingga sekarang bisa ditemukan di hampir setiap kantor.


