Pernahkah terbayang duduk di samping pengemudi motor klasik sambil menjelajahi keindahan Cape Town? Cape Sidecar Adventures bikin mimpi itu jadi kenyataan! Selama 20 tahun terakhir, mereka menyuguhkan pengalaman tur yang luar biasa bagi para wisatawan pencari petualangan yang mau merasakan keindahan Cape Town dengan cara yang super unik.
Ingin menikmati pesona pesisir yang memesona, terpukau dengan flora dan fauna di Cape Point Nature Reserve yang masih asri, atau mengagumi kemegahan Table Mountain? Semua itu bisa dilihat dari sisi nyaman sebuah sidecar yang ditarik motor vintage. Rasanya, ini adalah cara terbaik untuk menikmati keindahan alam Cape Town!
Tur yang ditawarkan oleh Cape Sidecar Adventures bervariasi, mulai dari tur kota selama 2 jam hingga perjalanan seharian penuh. Mereka juga menawarkan itinerary yang bisa disesuaikan sesuai permintaan, dan motor dapat menampung pengemudi plus hingga 2 penumpang.
Dalam grup kami, ada tiga orang yang semuanya dari UK, berusia 60-an dengan semangat petualangan yang tak kunjung pudar. Kami sangat bersemangat untuk menjelajahi Cape Town. Lokasi kantor Cape Sidecar Adventures ada di Woodstock, sangat mudah dijangkau dan pasti mencuri perhatian. Begitu sampai, kami terpesona oleh armada lebih dari 50 motor yang unik dan berwarna cerah, serta suasana vintage yang hangat dan kafe keren untuk menyegarkan diri sebelum berangkat.
Kami dipersenjatai dengan helm yang harus pas di kepala, kacamata pengaman, bandana gratis, dan jaket kulit retro yang nyaman dengan berbagai pilihan warna dan ukuran. Gaya kami semakin keren ketika melangkah keluar, melewati poster vintage Steve McQueen di atas Triumph TR6 tahun 1961, siap menjelajah dengan semangat liar.

Dua dari kami melompati sidecar yang empuk, masing-masing di sebalik motor berwarna cerah: satu berwarna kuning cerah bernama Ivy dan satu lagi biru kobalt bernama Roxy. Keduanya adalah model CJ750 yang, menurut informasi, berasal dari Rusia dan Angkatan Darat Pembebasan Rakyat Tiongkok. Anggota ketiga dari grup kami duduk dengan nyaman di belakang pengemudi. Bandana terpasang, kacamata siap, mesin sudah menyala, dan kami pun meluncur.
Perjalanan selama 3 jam membawa kami menyusuri kota di bawah langit biru dan Table Mountain. Kami melewati kawasan Bo-Kaap yang bersejarah dan penuh warna, lalu menjelajahi garis pantai Atlantic Seaboard. Sampai di Clifton Beach, kami berhenti untuk berfoto mengabadikan keindahan deretan Twelve Apostles yang menakjubkan serta pantai yang bagai surga.
Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan melalui kawasan elit Camps Bay menuju Noordhoek, di mana kami sejenak beristirahat di The Farm Village, tempat favorit yang dipenuhi dengan kafe, gerai es krim, dan kios seni serta kerajinan yang menarik bagi pengunjung dan keluarga lokal.
Setelah menyegarkan diri, kami kembali ke motor kesayangan dan melaju sepanjang Chapman’s Peak Drive menuju Nature Reserve, di mana tiket masuk sudah dibayar. Menyusuri reserve, kami mengagumi tebing-tebing curam dan pemandangan laut yang dramatis, kami bahkan bertemu dengan lumba-lumba Common, Dusky, dan Heaviside. Selama perjalanan, aroma pohon fynbos yang manis seakan membuat kami ingin membawa sensasi ini pulang ke kehidupan urban kami.

Sayangnya, 3 jam itu berlalu terlalu cepat, dan kami kembali ke kantor untuk bertemu pemiliknya, Tim Clarke. Ia bersemangat sama seperti kami, dan saat kami melepas aksesoris berkendara, kami semua tahu bahwa pengalaman vintage ini tak akan terlupakan.
Jika kalian juga ingin merasakan pengalaman vintage yang berbeda dan mengagumkan di Cape Town, kunjungi https://www.sidecars.co.za/ dan pesan tur yang sesuai dengan keinginanmu.
Wawancara dengan pemilik Tim Clarke di WTM Africa

