Capcom terbaru, Pragmata, menyimpan momen-momen lucu yang tersembunyi antara karakter utama, Hugh, dan robot anak bernama Diana. Baru-baru ini, pemain menemukan sebuah referensi komedi Jepang yang bikin penggemar tersenyum saat Diana mengendalikan Globe REM collectible.
Di dalam Pragmata, pemain berpindah antara Hugh, seorang tentara bayaran luar angkasa, dan Diana, android yang memiliki sifat anak-anak. Bersama-sama mereka berusaha melarikan diri dari pangkalan bulan yang dikuasai oleh AI yang hostile. Selama petualangan, pemain bisa mengumpulkan REMs (Read Earth Memories), yang berupa hologram 3D dari barang-barang yang ada di Bumi. Barang-barang ini bisa diberikan kepada Diana sebagai hadiah untuk mendekorasi Shelter.
REMs yang pertama kali ditemukan adalah sebuah globe. Barang yang tak mungkin terlewatkan ini menyimpan referensi komedi Jepang yang perhatian para pemain berbahasa Jepang di platform X (sebelumnya Twitter) soroti. Seperti yang dikatakan seorang komentator, “Barang ini lucu karena gambarnya yang berlebihan, dan yang bikin ngakak adalah pemain luar negeri akan kesulitan memahami lelucon ini karena memang ditujukan untuk penonton Jepang.”
Dian juga memiliki momen putar globe yang menarik, yang merujuk pada sketsa terkenal dari komedian Jepang, Gorgeous. Dalam sketsa tersebut, Gorgeous berperan sebagai bajak laut luar angkasa yang terdampar di puncak gunung. Ia berpura-pura membangunkan temannya yang tak terlihat sambil berteriak “mada tasukaru” (“kita masih bisa selamat”). Lalu, dia spun globe dan menunjuk ke “Madagascar!” saat jarinya jatuh di negara Afrika itu. Permainan kata ini jadi punchline dari skit singkat tersebut.
Gorgeous sendiri mengonfirmasi referensi ini lewat sebuah tweet, membagikan cuplikan Diana memutar globe: “Putar terus! Lalu tunjuk ke Madagascar. Saya ingin semua orang mencoba Pragmata dan merasakannya sendiri.”
Pemain yang memperhatikan (apabila mereka memperbesar tampilan) akan melihat bahwa setelah Diana memutar globe dengan cepat, jarinya akan jatuh tepat di lokasi Madagascar, membuat beberapa komentar Jepang merasa mendengar suara Gorgeous menyampaikan punchline tersebut di kepala mereka.
Gorgeous bukan hanya komedian, tapi juga gamer sejati. Dia aktif di YouTube, membahas dan memainkan berbagai game, termasuk Fatal Frame II: Crimson Butterfly Remake, Castlevania, dan Resident Evil Requiem. Dalam salah satu kolaborasi dengan Capcom, Gorgeous pernah melakukan livestreaming Monster Hunter Wilds dan muncul dalam serangkaian video promosi Jepang untuk MHW, di mana ia berlari-lari di luar sambil memegang controller PS5 dan melawan monster dari game tersebut.
Menariknya, referensi seperti ini bukan pertama kali muncul dalam game Jepang. Death Stranding 2: On The Beach juga menghadirkan homage yang mengingatkan pada grup komedi terkenal Jepang, The Drifters, yang bisa ditemui saat karakter Sam berada di pemandian air panas.
Semua momen ini mencerminkan bagaimana game bisa menggabungkan elemen budaya pop lokal dan humor dengan cara yang unik, mengundang tawa sekaligus menambah kedalaman cerita. Pragmata memang bukan hanya tentang menjelajah alam luar angkasa, tapi juga merayakan budaya yang menginspirasi dan menghibur.


