Serial Netflix, Beef, berhasil mencuri perhatian penonton dengan mengambil konflik kecil yang berubah menjadi cerita penuh ketegangan, ego, dan emosi yang tidak stabil. Kini, Season 2 yang baru saja dirilis kembali membawa penonton menyelami kisah di mana masalah pribadi dengan cepat meluas tak terkendali.
Konsep Beef menyoroti bahwa manusia, pada dasarnya, sering kali adalah musuh terburuk bagi diri mereka sendiri. Rasa bangga, cemburu, dan trauma bisa membuat konflik kecil menjadi sesuatu yang sangat berbahaya. Energi yang sama juga bisa kita lihat dalam film Netflix lainnya, Triple Frontier.
Film yang dirilis pada tahun 2019 ini dibintangi oleh Oscar Isaac, yang juga menjadi salah satu dari empat karakter utama di season 2 Beef. Meskipun latar cerita keduanya sangat berbeda—satu di pinggiran kota Amerika dan yang lainnya di hutan Amerika Selatan—ketegangan antar karakternya tetap menjadi inti dari kedua cerita.
Baik Beef season 2 maupun Triple Frontier menunjukkan karakter yang didorong hingga batasnya, baik secara emosional maupun fisik, dalam tekanan ekstrem. Ini menjadikan kedua proyek tersebut sangat mendebarkan dan penuh emosi. Beef season 2 lebih menekankan pada konsekuensi ketika orang membiarkan emosinya menguasai. Sementara itu, Triple Frontier hadir sebagai pendamping yang mengejutkan bagi musim terbaru serial ini.
Meskipun keduanya berbeda genre—di mana yang terakhir lebih menekankan pada aksi—tetapi tetap mengusung tema besar yang sama. Jadi, bagi penggemar yang ingin merasakan pengalaman serupa dengan Beef season 2, mereka mungkin akan menikmati ketegangan dan drama di thriller Netflix ini.
Triple Frontier Menangkap Konflik Karakter yang Sama Menariknya Seperti di Beef Season 2
Triple Frontier bisa dibilang sebagai film heist yang sepele, namun inti dari film ini bukanlah pencurian itu sendiri, melainkan karakter-karakter yang terlibat. Cerita ini mengikuti sekelompok mantan tentara spesial yang berkumpul kembali untuk menjalani misi berbahaya, yang dengan cepat hancur dan berubah menjadi masalah kepercayaan, komunikasi, dan keserakahan.
Pecahnya hubungan ini mencerminkan apa yang terjadi di serial Beef. Seperti halnya karakter di season 2, Triple Frontier menyelami konflik yang belum terselesaikan di antara anggotanya dan menggali dalam hubungan mereka. Di sini, Isaac berperan sebagai Santiago “Pope” Garcia, yang mengalami kehilangan kontrol total saat misinya mulai pecah.
Ketegangan dalam Triple Frontier bukan hanya tentang ukuran dan skala operasi yang dijalani oleh karakter utama. Ada sejarah yang panjang di antara para pahlawannya yang menambah bobot cerita, di mana kesetiaan berubah-ubah dan muncul perasaan gagal, marah, cemburu, serta kehilangan. Penekanan pada kepentingan internal inilah yang membuat Beef begitu menarik, dan ini juga diterapkan di sini dengan pendekatan yang berbeda namun sama efektif.
Pacing kedua cerita juga sangat mirip. Dalam film, penonton diberikan waktu untuk mengenal karakter, yang membuat Triple Frontier semakin baik, menjadikan kejatuhan karakter-karakternya terasa lebih menggugah dan emosional.
Beef juga melakukan hal serupa, di mana konflik antar karakter dibiarkan menghangat sebelum akhirnya meledak. Di kedua proyek ini, karakter memperburuk ketegangan dengan pengambilan keputusan yang cepat dan impulsif, sehingga kematian yang tak terhindarkan terasa semakin tragis.
Thriller Netflix Oscar Isaac adalah Tontonan Sempurna Setelah Beef Season 2
Bagi penonton yang baru saja menyelesaikan season kedua Beef, Triple Frontier memberikan kesinambungan yang memuaskan dari tema yang disoroti dalam serial ini, sambil tetap menawarkan sesuatu yang baru dan segar. Triple Frontier membuang drama Amerika dari Beef dan berpindah ke hutan Amerika Selatan, tetapi meski latar sangat berbeda, keduanya masih sama-sama mengisahkan bagaimana orang bertindak (dan bereaksi) di bawah tekanan eksternal yang ekstrem.
Oscar Isaac tampil brilian, baik di Beef maupun Triple Frontier. Karakter-karakternya berbeda dalam banyak hal, tetapi dibawakannya dengan pesona dan karisma khasnya. Penonton dapat memahami tindakan karakter-karakter Isaac, meskipun tidak selalu setuju. Penonton pun melihat bagaimana keduanya terjerumus ke dalam situasi yang semakin berbahaya, dan ambiguitas moral Pope sejalan dengan Beef, di mana tidak ada karakter yang sepenuhnya benar atau salah.
Penampilan Isaac di film seperti Ex Machina dan Inside Llewyn Davis sering kali menjadi perbincangan, tetapi aksi dalam Triple Frontier juga layak mendapat pengakuan. Dia menyampaikan tingkat kepercayaan yang membuat film ini terasa nyata dan mentah, yang sangat penting agar penonton bisa terhubung dengan konflik yang terjadi di layar.
Para pemain pendukung lainnya pun menunjukkan performa yang tidak kalah mengesankan. Pedro Pascal bermain sebagai tentara lainnya, dan kabarnya saat syuting Triple Frontier, Isaac berhasil meyakinkan Pascal untuk mengambil peran sebagai Mandalorian di franchise Star Wars. Terlibat juga Ben Affleck, Garrett Hedlund, Charlie Hunnam, dan Adria Arjona, yang masing-masing membawa keunikan masing-masing sehingga interaksi antar karakter terasa lebih mendalam, intens, dan meyakinkan.
Affleck sering tampil berdampingan dengan Isaac, dan keduanya memiliki chemistry yang bagus. Ada tingkat kepercayaan di antara mereka sebagai sesama tentara, meskipun ada ketidakpercayaan yang jelas terhadap loyalitas dan motivasi sebenarnya dari kelompok tersebut. Mereka semua ada untuk uang, dan potensi satu orang mengkhianati kelompok demi mendapatkan bagian yang lebih besar meningkatkan ketegangan. Isaac dan Affleck berhasil menampilkan ketegangan yang meningkat ini dengan sangat baik di sepanjang film.


