- Anda sekarang bisa berinteraksi dengan data dan membuat dashboard lengkap menggunakan Gemini di Sheets
- Ringkasan AI Google Meet sekarang juga mencakup konferensi tatap muka dan platform pihak ketiga lainnya
- AI membantu Google mempermudah proses migrasi dari Microsoft 365 ke Google Workspace
Google Cloud baru saja menggelar acara terbesar mereka, Google Cloud Next 2026, dengan lebih dari 260 pengumuman yang mencakup seluruh portofolio mereka. Namun, beberapa pembaruan kecil namun sangat penting untuk Google Workspace mungkin terlewatkan oleh banyak orang.
Dalam sebuah postingan blog yang seperti “one last thing”, perusahaan ini menjelaskan sejumlah peningkatan penting yang telah diterapkan pada aplikasi online Workspace untuk membuat Gemini semakin bermanfaat.
Dengan perubahan ini, Gemini beralih dari sekadar alat pembuat konten generatif menjadi asisten yang lebih aktif, mampu berinteraksi dengan konteks dokumen Anda dan menjalankan beberapa fungsi secara mandiri.
Update terbaru di Google Workspace
Bicara tentang aplikasi Workspace yang paling banyak digunakan, Sheets kini memungkinkan pengguna untuk menganalisis data dan membuat dashboard dengan cara yang lebih interaktif.
Google juga mengungkapkan bahwa dalam sebulan terakhir, 110 juta peserta Google Meet telah menggunakan fitur ‘Take Notes For Me’ – ini adalah pertumbuhan 8.5 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Kini, ringkasan dan item tindakan yang dihasilkan oleh AI ini juga tersedia untuk rapat tatap muka dan panggilan di platform lain seperti Zoom dan Teams.
Untuk para organisasi, pelanggan Gemini Enterprise bisa membuat dokumen baru sesuai dengan merek dan kebutuhan mereka menggunakan fitur ‘Canvas Mode’. Dengan instruksi yang detail, Gemini dapat mengambil data dan konteks dari web dan lokasi lain di Workspace untuk menghasilkan presentasi dan dokumen yang bisa diedit seperti yang dibuat oleh manusia.
Rencana Google Cloud untuk bersaing dengan Microsoft juga tidak luput dari perhatian di konferensi tahunan mereka. Setelah sebelumnya mengajukan keluhan terhadap praktik cloud Microsoft, Google kini mengklaim bahwa pelanggan M365 bisa migrasi ke Workspace hingga 5 kali lebih cepat berkat beberapa peningkatan interoperabilitas di belakang layar, termasuk konverter makro Office berbasis AI.
Serangkaian pembaruan ini bukan hanya sekadar update rutin. Ini adalah langkah besar bagi Google untuk menambahkan fungsionalitas dan kemudahan bagi para penggunanya, menjadikan pengalaman kerja lebih produktif dan menyenangkan. Siapa yang tidak ingin bekerja lebih mudah dengan bantuan teknologi pintar yang semakin canggih, kan?
Dengan begitu banyak perubahan positif ini, masa depan Google Workspace tampak semakin cerah. Kami tidak sabar melihat bagaimana pengguna akan memanfaatkan semua fitur baru ini!


