- Setengah profesional TI mengaku sering dihadapkan pada masalah teknologi sehari-hari
- AI di helpdesk dapat membantu menyelesaikan masalah tanpa mengganggu tim TI
- Kolaborasi antar departemen bisa mengurangi masalah yang sering muncul
Penelitian terbaru mengungkapkan banyak perusahaan yang masih kekurangan alat TI yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan dengan efisien. Ini bikin banyak waktu terbuang sia-sia bagi pekerja di semua level.
Lebih dari separuh (53%) profesional TI di Inggris yang disurvei oleh TOPdesk mengaku sering diminta untuk memperbaiki masalah teknologi sehari-hari yang sebenarnya bisa diselesaikan sendiri oleh karyawan jika mereka memiliki alat dan sumber daya yang tepat.
Kekurangan sistem self-service secara khusus mengakibatkan karyawan tergantung pada tim TI bahkan untuk gangguan yang sangat kecil, sehingga mengalihkan fokus mereka dari pekerjaan yang lebih bermakna.
Tim TI buang waktu untuk masalah sepele
Di sisi lain, ada kesenjangan yang jelas dari segi tanggung jawab—52% pekerja TI berpendapat bahwa karyawan menyebabkan sebagian besar masalah, tetapi 64% mengakui bahwa karyawan tidak memahami IT dengan baik untuk menyelesaikannya meski itu adalah perbaikan yang relatif sederhana.
Mengenai solusi yang mungkin, lebih dari setengah (55%) percaya bahwa AI bisa meningkatkan helpdesk TI dengan menambahkan otomatisasi dan dukungan self-service untuk mengurangi beban kerja yang tidak perlu. Namun, saat ini hanya sekitar satu dari tiga yang menggunakan otomatisasi dalam tiket helpdesk (36%) atau dukungan TI lini pertama (34%). Satu dari lima (19%) pekerja TI juga menyebutkan bahwa alat dan proses manajemen layanan yang sudah usang menjadi penghambat.
“Perusahaan perlu menyadari bahwa investasi dalam alat yang tepat akan memungkinkan karyawan untuk menyelesaikan banyak gangguan yang mereka hadapi secara mandiri,” tulis Hannah Salt, Kepala Customer Enablement di TOPdesk.
Selain mendapatkan akses ke alat yang tepat, koneksi antar manusia juga menjadi permintaan yang jelas. Mayoritas (84%) percaya bahwa kolaborasi antar departemen yang lebih baik bisa lebih lanjut mengurangi gangguan.
Alat yang tepat “akan memperbaiki hubungan yang retak, meningkatkan budaya internal, dan memberi tim TI lebih banyak waktu untuk fokus pada pekerjaan yang lebih bernilai dan meningkatkan kolaborasi,” tutup Salt.


