[KUALA LUMPUR] Malaysia sedang berupaya untuk mengamankan pasokan bahan bakar lebih jauh dari bulan Juni dan akan mengumumkan perkembangan rencana perpanjangan inventarisnya bulan depan, kata Menteri Ekonomi Akmal Nasrullah Mohd Nasir.
Petroliam Nasional “sedang melakukan pembicaraan dengan pemasok potensial,” ungkap Akmal dalam wawancara dengan Haslinda Amin dari Bloomberg Television pada Kamis (30 Apr). “Kami perlu memastikan negosiasi dilakukan dengan harga yang tepat.”
Pemerintah masih memiliki fleksibilitas dalam mengelola subsidi bahan bakar sambil menangani defisit fiskal, tambahnya. Malaysia telah mengurangi kuota bahan bakar bersubsidi dari 300 liter menjadi 200 liter per orang, serta memperkenalkan opsi bekerja dari rumah untuk pegawai negeri guna mengelola permintaan.
Meski harga energi meningkat memberikan tekanan pada biaya subsidi, Malaysia tetap dalam jalur untuk mencapai target defisit fiskalnya tahun ini, kata Menteri Keuangan Kedua Amir Hamzah Azizan sebelumnya. Tagihan subsidi bahan bakar bulanan negara ini telah melonjak menjadi sekitar RM7 miliar (S$2,3 miliar) di bulan April, atau sekitar 10 kali lipat dari pengeluaran subsidi bulanan yang biasanya sebelum perang Iran, dan ini menambah tekanan pada keuangan publik.
Ekonomi Malaysia tetap menunjukkan ketahanan meskipun ada gangguan dalam rantai pasokan global, dan mata uangnya yang kuat telah meredam dampak dari lonjakan harga bahan bakar, kata Akmal. “Pasti, semua akan semakin sulit, tetapi kami berharap pertumbuhan akan terus berlanjut untuk negara ini,” tuturnya. BLOOMBERG


