Penggunaan smartphone kini mengalahkan komputer bagi kebanyakan orang, terutama di AS. Sayangnya, sangat sedikit yang ingin mengeluarkan uang untuk melindungi perangkat mereka dari peretas, menurut sebuah penelitian baru.
Sebuah laporan dari Cybernews yang melibatkan lebih dari 1.000 orang dewasa di Amerika menunjukkan bahwa hanya 18% pengguna ponsel yang rela membayar untuk perangkat lunak antivirus pihak ketiga. Kebanyakan mereka lebih memilih alat keamanan yang sudah terintegrasi seperti Microsoft Defender dan Apple XProtect sebagai pilihan utama.
Dominasi antivirus berbayar seperti McAfee dan Norton pun nampaknya masih bertahan di pasar, untuk tahun kedua berturut-turut. Nyatanya, banyak konsumen percaya bahwa fitur keamanan yang sudah ada di ponsel mereka sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka merasa tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk sesuatu yang mereka anggap sudah tersedia secara gratis.
Menariknya, sekitar 14% pengguna ponsel mengaku tidak memiliki alat keamanan siber sama sekali di perangkat mereka. Di sisi lain, ada juga 16% yang bahkan tidak bisa menyebutkan apa saja perlindungan yang mereka miliki. Dengan kata lain, masih banyak pengguna yang tak tahu-menahu tentang langkah-langkah keamanan yang ada.
Di dunia desktop, situasinya jauh lebih baik. Hanya ada sedikit mesin yang tidak terlindungi, dan banyak pengguna yang menggunakan alat keamanan dari pihak ketiga. Sekitar 53% pengguna komputer memanfaatkan Windows Defender, sedangkan 51% pengguna ponsel mengandalkan fitur keamanan bawaan.
Kebanyakan orang memilih opsi gratis ini karena mereka percaya bahwa vendor sistem operasi memberikan perlindungan dasar yang cukup. Meski adopsi antivirus berbayar di komputer meningkat 2% sejak tahun lalu, mencakup 41% pengguna, di perangkat mobile, penggunaan antivirus pihak ketiga justru turun sekitar 10%, dari 28% menjadi hanya 18%.
Pengguna mobile hadapi risiko yang semakin meningkat
Serangan ransomware yang menargetkan smartphone memang masih lebih jarang dibandingkan di komputer, tetapi pemandangan ini berubah dengan cepat. Pengguna yang hanya bergantung pada alat keamanan gratis yang sudah ada di ponsel mereka mungkin meremehkan kemampuan penjahat siber masa kini.
Meskipun langganan berbayar semakin diperhitungkan, sebagian besar pemilik ponsel masih cenderung enggan mengeluarkan uang untuk perlindungan khusus. Paparan terhadap kejahatan siber mempengaruhi sebagian pengguna untuk mengubah kebiasaan mereka, namun pengalaman pribadi bukanlah pendorong utama bagi banyak orang.
Banyak pengguna lebih memilih pendekatan keamanan berlapis dengan menggabungkan antivirus dengan VPN dan pengelola kata sandi. Namun, data menunjukkan bahwa segmen besar pengguna ponsel masih tidak terlindungi atau tidak yakin mengenai perlindungan yang mereka miliki.
Brand terkenal seperti McAfee dan Norton terus mendapatkan kepercayaan pengguna, sementara produk yang kurang dikenal kesulitan untuk diterima meskipun fitur yang mereka tawarkan setara. Dengan semakin banyaknya ancaman yang muncul, penting bagi pengguna untuk lebih sadar akan perlindungan yang diperlukan untuk perangkat mereka, agar tetap aman di dunia yang serba digital ini.
