Beranda Movie Apakah Sequel Sci-Fi Will Smith Ini Akhirnya Bisa Memberikan Adaptasi yang Layak Setelah 19 Tahun Menunggu?
Movie

Apakah Sequel Sci-Fi Will Smith Ini Akhirnya Bisa Memberikan Adaptasi yang Layak Setelah 19 Tahun Menunggu?

Bagikan
Apakah Sequel Sci-Fi Will Smith Ini Akhirnya Bisa Memberikan Adaptasi yang Layak Setelah 19 Tahun Menunggu?
Bagikan

Film lanjutan sci-fi horor post-apokaliptik terbaru Will Smith sudah bikin penasaran, dan ini juga jadi kesempatan untuk memperbaiki banyak adaptasi sebelumnya. Walau ada yang bilang beberapa novel horor itu “tak bisa difilmkan”, banyak adaptasi film yang menunjukkan bahwa buku-buku yang tampaknya mustahil pun bisa diangkat ke layar lebar dengan kualitas yang terjaga. Memang ada banyak buku yang lebih baik dari filmnya, tapi sama banyaknya film ikonik yang bisa memenuhi dan bahkan memperbaiki materi sumbernya.

Inilah alasan mengapa film sci-fi horor I Am Legend 2 yang akan datang ini bikin antusias, meskipun sejarah franchise I Am Legend belum tentu memberi harapan bagi para pembaca yang skeptis. Dirilis pada tahun 2007, film I Am Legend melihat sutradara Francis Lawrence, yang juga menyutradarai The Hunger Games, mengadaptasi novel post-apokaliptik legendaris karya Richard Matheson dari tahun 1954 dengan judul yang sama. Sayangnya, ending yang diubah dari I Am Legend memperburuk pengalaman menikmati adaptasi buku Matheson, dan ini bukan pertama kalinya novel penulis Hell House tersebut salah ditampilkan di layar.

Baca juga  'The Devil Wears Prada 2' Meroket ke Puncak!

I Am Legend 2 Bisa Jadi Adaptasi Hebat dari Novel Richard Matheson

Film I Am Legend sebelumnya pernah diadaptasi dalam film The Last Man on Earth tahun 1964 yang dibintangi Vincent Price, dan juga I Am Omega tahun 1971 yang dibintangi Charlton Heston. Meskipun ada beberapa adaptasi, tidak satupun yang pantas menyandang nama ‘ikonik’ dari novel ini. Adaptasi Price tetap setia pada narasi buku, namun Matheson sangat kecewa dengan hasil akhir sehingga ia meminta kontribusi skenarionya diakui dengan nama samaran. Di sisi lain, film Heston adalah melodrama yang berlebihan dengan cerita cinta yang cheesy di tengahnya.

Berbeda dengan kedua percobaan sebelumnya, film Smith tahun 2007 melakukan banyak hal dengan benar. Sepertiga pertama film ini berani mengambil keputusan berisiko dengan menampilkan Smith yang sebagian besar sendirian di layar, dan aktor ini berhasil menangkap ketakutan eksistensial karakter utama yang seolah memegang status sebagai manusia terakhir di New York dengan lebih baik dibandingkan dramatisasi Price atau karakter dingin Heston. Sayangnya, ending yang buruk di I Am Legend justru semakin memperparah pengalaman menonton, karena film ini gagal di momen terakhir dan sepenuhnya salah memahami inti cerita dalam novelnya.

Baca juga  Charlie Cox Ungkap Apresiasi untuk Marvel Studios atas Pembenahan Daredevil: Born Again

I Am Legend 2 Masih Punya Masalah Besar dengan Kanon Franchise untuk Diatasi

Dalam buku Matheson, twist besar terjadi ketika Dr. Robert Neville, satu-satunya manusia yang tersisa di New York dan pemburu hordes vampir yang menghuni kota pada malam hari, menemukan bahwa ia telah salah selama ini. “Vampir” yang terinfeksi penyakit ini adalah makhluk pikir, merasa, dan memiliki kesadaran, sementara dirinya justru dipandang sebagai makhluk kejam dan tanpa hati dari perspektif mereka. Twist ini memberikan judul yang menghantui pada novel, dan sangat disayangkan bahwa film Smith mengganti ending tersebut dengan protagonis yang menemukan obat mujarab sebelum meledakkan dirinya dan labnya sendiri.

Kini, dengan kembalinya Smith di I Am Legend 2, film ini perlu membalikkan peristiwa dari ending teater film sebelumnya. Namun, ini membutuhkan perubahan besar sebelum peristiwa sekuel dapat dimulai, yang bisa membingungkan bagi penonton yang belum melihat ending alternatif dari film pertama. Jika I Am Legend 2 berharap menjadi adaptasi pertama yang benar-benar menghormati buku Matheson, film yang akan datang ini harus menjelaskan ending dari film pendahulunya dengan perubahan besar pada kanon yang ada.

Baca juga  Aksi Epic Jason Statham Selama 138 Menit Ini Resmi Mengguncang Platform Streaming di Seluruh Dunia!
Fana – Inline Article Ads
Bagikan
Berita terkait
'The Devil Wears Prada 2' Meroket ke Puncak!
Movie

‘The Devil Wears Prada 2’ Meroket ke Puncak!

Di akhir pekan 8–10 Mei, terdapat perubahan menarik di puncak box office...

"Salmokji: Whispering Water" Pecahkan Rekor Sebagai Film Horor Korea Pertama Dalam 23 Tahun yang Raih 3 Juta Penonton!
Movie

“Salmokji: Whispering Water” Pecahkan Rekor Sebagai Film Horor Korea Pertama Dalam 23 Tahun yang Raih 3 Juta Penonton!

Film "Salmokji: Whispering Water" sepertinya sedang menuju rekor sebagai film horor Korea...

Aksi Epic Jason Statham Selama 138 Menit Ini Resmi Mengguncang Platform Streaming di Seluruh Dunia!
Movie

Aksi Epic Jason Statham Selama 138 Menit Ini Resmi Mengguncang Platform Streaming di Seluruh Dunia!

Awal Tahun yang Menantang untuk Jason Statham di 2026 Jason Statham memasuki...

5 Hal yang Masih Bikin Bingung Tentang KPop Demon Hunters!
Movie

5 Hal yang Masih Bikin Bingung Tentang KPop Demon Hunters!

KPop Demon Hunters sudah resmi jadi film terpopuler di Netflix, dan popularitasnya...