KPop Demon Hunters sudah resmi jadi film terpopuler di Netflix, dan popularitasnya tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Dengan sekuel yang sudah dikonfirmasi, penghargaan yang didapat, dan kolaborasi yang menarik, jelas bahwa KPop Demon Hunters siap jadi franchise besar. Mudah untuk memahami mengapa penonton begitu terpesona; lagu-lagunya catchy, visualnya cerah dan mudah diingat, dan tokoh-tokohnya yang tangguh bikin kita betah menontonnya.
Tapi, KPop Demon Hunters juga punya beberapa kekurangan, dan salah satunya adalah lore atau latar belakang ceritanya yang bisa diperluas. Ada beberapa elemen dari film Netflix ini yang terasa kurang masuk akal, apapun usaha kita untuk memahaminya. Kita semua berharap KPop Demon Hunters 2 bisa mengisi celah-celah tersebut dan menjelaskan detail-detail yang belum terjawab.
5) Kelemahan Honmoon di Awal Film
Di dalam KPop Demon Hunters, Honmoon berfungsi sebagai pelindung yang menjauhkan iblis dari dunia manusia — dan itulah yang ingin dihancurkan oleh Gwi-Ma. Karena itu, Saja Boys dikirim untuk melemahkan penghalang tersebut, tetapi tidak jelas bagaimana mereka bisa masuk ke dalamnya di awal film. Kekuatan Honmoon berasal dari musik dan hubungan, maka wajar jika pembagian antara Saja Boys dan HUNTR/X — bahkan dalam HUNTR/X sendiri — membuatnya menjadi lebih keras. Namun, boy band ini seharusnya tidak dengan mudahnya bisa masuk ke dalam, suatu penipuan yang sepertinya memerlukan banyak kekuatan di pihak mereka. Belum lagi iblis yang muncul di awal film. Meskipun beberapa bisa melintasi Honmoon, tampaknya ada terlalu banyak yang muncul sebelum benar-benar terbentuknya celah di film ini.
4) Motivasi Gwi-Ma dalam KPop Demon Hunters
Gwi-Ma adalah penjahat utama dalam KPop Demon Hunters, dan dia berkuasa di dunia iblis. Dia bertekad untuk merobohkan tembok antara Bumi dan kerajaannya, tetapi tidak sepenuhnya jelas mengapa dia sangat menginginkannya. Akses yang lebih besar ke manusia tentunya akan membuatnya semakin kuat dan memperluas wilayahnya. Namun, tampaknya tidak ada motivasi yang jelas dari semua usaha itu, menjadikannya tampak seperti penjahat yang satu dimensi. Motivasi Gwi-Ma dan latar belakangnya perlu lebih dijelaskan, karena film ini lebih fokus pada orang-orang yang menjalankan perintahnya, yang wajar. Tapi, ini membuat kita merasa jauh dari penjahat utama dan tujuan akhir yang dikejar.
3) Mira dan Zoey Tidak Tahu Rumi Setengah Iblis
Konflik Rumi dalam KPop Demon Hunters berpusat pada sifat setengah iblisnya, yang tidak diketahui oleh Mira dan Zoey. Mengingat betapa seringnya mereka menghabiskan waktu bersama — mereka rutin tur dan menginap bareng — ini terasa tidak masuk akal. Memang benar bahwa tanda-tanda Rumi tidak selalu terlihat, tapi pasti ada situasi di mana tanda-tanda tersebut muncul saat Mira dan Zoey di dekatnya. Hal ini terjadi beberapa kali selama film ini, jadi kemungkinan besar sudah terjadi sebelumnya. Rasanya tidak mungkin dia bisa menyembunyikan sesuatu yang sebesar itu dari dua orang yang selalu bersamanya.
2) Tiga Pemburu Iblis yang Menjaga Keseimbangan
Trio yang berada di pusat KPop Demon Hunters sangat keren, tetapi menugaskan mereka untuk melindungi dunia dari semua gangguan iblis terasa sangat berat. Film ini tidak menjelaskan dengan jelas mengapa hanya tiga orang yang dibutuhkan untuk tugas sebesar ini, apalagi bagaimana mereka bisa terpilih. Dan jika iblis muncul secara teratur dan di berbagai tempat, sulit untuk membayangkan bagaimana hanya tiga orang bisa mengatasi semuanya. Satu pengguna Reddit mempertanyakan apakah aktivitas iblis terbatas di Korea Selatan atau muncul di seluruh dunia. Jika yang terakhir benar, tentu saja pekerjaan HUNTR/X jadi lebih rumit… kecuali jika ada kelompok musik lain yang berdedikasi untuk misi yang sama dan kita tidak pernah mendengar tentang mereka.
1) Iblis yang Tidak Konsisten sebagai Penjahat
Gwi-Ma mungkin adalah penjahat utama di KPop Demon Hunters, tetapi iblis juga diperkenalkan sebagai musuh di awal film. Namun, mereka digambarkan secara tidak konsisten sepanjang film. Beberapa diantaranya ditampilkan sebagai kejahatan alami yang layak dibunuh, sementara yang lain adalah mantan manusia dan menunjukkan sisi baik. Rumi mengembangkan simpati untuk yang terakhir, tetapi KPop Demon Hunters tidak sepenuhnya berkomitmen untuk itu. Kita dibuat merasa simpati pada iblis seperti Jinu dan Saja Boys, tetapi mereka tidak bisa sepenuhnya ditebus atau dipulihkan. Pesan film ini di bagian ini terasa membingungkan, dan inilah yang perlu diperbaiki di KPop Demon Hunters 2.


