Eropa Mempertimbangkan Kabel Internet Bawah Laut Melalui Arktik
Bagaimana cara Eropa mengatasi masalah akses internet yang melibatkan banyak negara konflik? Salah satu solusinya adalah dengan merencanakan rute kabel bawah laut yang melewati Arktik. Dengan langkah berani ini, Uni Eropa berusaha menghindari wilayah yang penuh dengan ketidakpastian seperti Rusia dan Iran, sekaligus memastikan koneksi internet yang lebih stabil ke Asia.
Saat ini, jika kamu mengakses internet di Asia sebagai warga Eropa, sekitar 90% lalu lintas datamu melintas melalui kabel internet bawah laut di Timur Tengah. Mengingat adanya konflik antara AS dan Iran, perluasan kapasitas dan pembangunan proyek baru menjadi sulit dilakukan. Meta, perusahaan teknologi besar, juga menyadari masalah ini.
Untuk mengatasi kendala ini, Uni Eropa merencanakan dua rute baru yang dinamakan Polar Connect. Salah satu rutenya akan melalui Northwest Passage di Kanada menuju Asia, sementara rute lainnya akan mendekati Kutub Utara. Kedua rute ini memang memiliki tantangan masing-masing, tetapi Eropa yakin menghadapi es dan cuaca ekstrem di Arktik lebih baik ketimbang berurusan dengan Vladimir Putin.
Rute Northwest Passage di Kanada memiliki tantangan yang telah dihadapi para penjelajah sejak zaman Christopher Columbus: kawasan tersebut dikelilingi es laut. Namun, perubahan iklim membawa sedikit harapan, sebab tumpukan es Arktik telah berkurang secara signifikan, membuat rute ini lebih layak dijajaki.
Sementara itu, rute menuju Kutub Utara dimulai dari Skandinavia dan melintasi area ini. Untuk kedua rute, mereka memerlukan peralatan khusus untuk membangun kabel yang bisa memecahkan es, dan biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Rutenya diperkirakan akan memakan biaya sekitar €2 miliar dan ditargetkan siap beroperasi pada tahun 2030.
Sebelumnya, perusahaan seperti Quintillion juga pernah mencoba menempatkan kabel bawah laut di bawah laut Arktik, tetapi menghadapi banyak kendala. Pada Juni 2023, Quintillion mengalami masalah ketika kabel yang ditariknya terganggu oleh es, dan mereka harus menunggu hingga es mencair sebelum bisa memperbaikinya. Hal ini menyebabkan banyak penduduk Alaska tidak memiliki akses internet cepat selama berbulan-bulan. Dengan biaya tinggi untuk memperbaiki dan membangun kabel ini, rute yang aman melalui Arktik jelas menjadi pilihan yang lebih menjanjikan bagi Eropa.
Dengan merencanakan rute ini, Eropa berharap bisa memberikan kedaulatan atas kabel-kabel dan data yang mengalir di dalamnya, sekaligus mengamankan akses internet yang lebih stabil tanpa ketergantungan pada wilayah konflik yang berpotensi merugikan. Langkah ini bisa jadi game-changer bagi konektivitas internet di kawasan tersebut.

