PlayStation 2 memang menjadi konsol terlaris sepanjang masa. Para pengembang berlomba-lomba untuk merilis game baru di platform ini, dan Rockstar Games menjadi sorotan dengan peluncuran Grand Theft Auto 3 yang mengguncang dunia game dengan konsep open-world. Ini membuka peluang besar bagi pengembang lain untuk merilis berbagai game bertema serupa, banyak di antaranya kini menjadi favorit di hati para gamer. Namun, di bawah deretan game yang sangat dikenang itu, ada juga beberapa judul open-world yang terpinggirkan, meski sebenarnya tidak kalah seru.
Berikut enam judul game open-world di PlayStation 2 yang mungkin sudah terlupakan, namun pantas untuk dikenang kembali.
6) The Getaway
The Getaway banyak terinspirasi dari GTA, tetapi juga dipengaruhi oleh film-film gangster klasik Inggris. Game ini berlatar di London, memberikan perspektif menarik tentang kota yang terkenal ini, memenuhi harapan banyak penggemar Grand Theft Auto untuk menjelajahi dunia luar negeri. Meskipun The Getaway mungkin kurang halus dan luas dibandingkan Grand Theft Auto, game ini tetap unik dengan ciri khasnya sendiri.
Salah satu hal yang membedakan The Getaway dari game Rockstar adalah penggunaan mobil dan senjata dunia nyata. Ini memberikan nuansa realistis pada gameplay-nya. Fitur tanpa HUD atau peta juga bisa bikin beberapa pemain merasa bingung, tapi itu justru jadi daya tarik tersendiri. Game ini melahirkan dua sekuel, sebuah serial TV di tahun 2020, dan novel grafis di tahun 2022. Bukan hasil yang buruk untuk game yang menerima ulasan yang biasa saja.
5) Gun

Neversoft lebih dikenal dengan game Tony Hawk Pro Skater, tapi ketika mereka mencoba hal yang berbeda, mereka menciptakan salah satu game bertema barat terbaik. Gun bisa dibilang adalah Red Dead Redemption sebelum Rockstar mengembangkan game ikonik tersebut.
Walau tidak sekuat Red Dead Redemption, ada banyak hal yang bisa dilakukan di sini, termasuk cerita utama yang menarik dan berbagai mini-game seperti poker dan berburu. Sayangnya, setelah peluncuran, pengembangan THPS kembali menarik perhatian Neversoft, dan mereka tidak pernah diberi kesempatan untuk mengembangkan game ini lebih lanjut.
4) Scarface: The World is Yours

Berbeda dengan game lainnya, Scarface: The World is Yours adalah sekuel dari film klasik. Pertanyaannya, bagaimana mungkin? Spoiler untuk yang belum menonton: tokoh utama, Tony Montana, mati di akhir film. Dalam game ini, Tony selamat dan langsung kembali untuk menguasai Miami.
Walaupun banyak yang bilang ini adalah kloning GTA, game ini menyajikan beberapa perbaikan seperti gameplay senjata yang lebih baik dan fitur Blind Rage yang memberikan elemen bullet time. Rencana untuk membuat sekuelnya pun muncul, namun kemudian dibatalkan.
3) True Crime: Streets of LA

Di True Crime, alurnya berbeda dari banyak imitasi GTA. Pemain berperan sebagai seorang polisi LAPD. Meskipun game ini banyak mengadopsi elemen dari GTA, True Crime adalah game open-world aksi petualangan non-GTA pertama yang diluncurkan usai GTA 3.
Yang membuat True Crime spesial adalah beberapa perubahan penting dalam formula, seperti tidak selalu harus mengulang jika gagal dalam misi. Cerita tetap berjalan dan ada jalur cerita bercabang yang bikin lebih menarik. Pertarungan jarak dekat juga jadi lebih menonjol. Sayangnya, lanjutannya, True Crime: New York City, tidak mendapat kesuksesan yang sama. Namun, ada harapan karena Sleeping Dogs, yang termasuk dalam seri ini, cukup mengguncang!
2) Total Overdose: A Gunslinger’s Tale in Mexico

Untuk sesuatu yang berbeda, Total Overdose adalah parodi dari Mexico Trilogy karya Robert Rodriguez. Banyak senjata, ledakan besar, dan aksi lambat mendominasi game ini. Pemain dapat menjalani dunia terbuka sambil mengumpulkan angka tubuh yang konyol.
Game ini mirip dengan Grand Theft Auto, tetapi selalu dalam mode Rampage. Dengan berbagai kemampuan khusus, hampir semua bisa dihancurkan. Sayangnya, meski konsepnya menyenangkan, Presiden Bernstein membatalkan sekuel yang direncanakan.
1) Mercenaries: Playground of Destruction

Mercenaries mengambil pendekatan berbeda untuk mengembangkan dunia terbuka yang menarik. Para pengembang di Pandemic membebaskan pemain di dalam sandbox besar, memungkinkan mereka beraksi untuk menumpas para pemimpin faksi yang bertikai. Pemain bisa memilih untuk menyerang secara terbuka atau menyusup menggunakan penyamaran. Tingkat variasi combat membuat game ini terasa luar biasa untuk sebuah game di PlayStation 2.
Didesain dengan visual yang menawan, kemampuan menghancurkan hampir semua benda, serta dunia terbuka yang sangat padat, game ini melampaui banyak klon GTA. Sekuelnya diluncurkan di tahun 2008 dan juga layak dicoba. Meski ada rencana untuk membuat game Mercenaries lainnya, kapal itu tenggelam ketika Pandemic ditutup pada tahun 2009.


