Kanye West baru-baru ini berhasil menarik perhatian lebih dari 118.000 penggemar di Stadion Olimpiade Atatürk, Istanbul, pada hari Sabtu (30 Mei). Rupanya, rapper ini mengklaim bahwa penampilan tersebut adalah yang terbesar dalam sejarah stadion. Wow, ini bisa dibilang momen bersejarah yang bikin heboh banget di dunia musik!
Dalam pernyataannya yang penuh semangat kepada penonton, Kanye menyatakan, “Saya hanya ingin memberi tahu kalian, kami baru saja memecahkan rekor, 118.000, penampilan terbesar di stadion sepanjang masa,” seperti yang dilansir oleh Türkiye Today.
Acara ini dimulai pada pukul 9 malam waktu setempat dan berkembang menjadi festival sepanjang malam yang menyuguhkan penampilan DJ, pertunjukan laser dan lampu, serta perayaan dengan artis-artis Turki seperti Yener Cevik, Mavi, Sena Sener, Pera, dan Motive. Penggemar dari berbagai negara turut hadir, dengan banyak yang datang dari Rusia, Kazakhstan, Inggris, Jerman, AS, dan Polandia.
Para penyelenggara membuka gerbang stadion sejak pukul 3 sore untuk mengantisipasi kerumunan yang datang. Begitu waktu acara semakin dekat, suasana semakin ramai, dengan platform metro dan koridor di seluruh kota dipenuhi pengunjung. Tak hanya itu, Travis Scott juga bergabung dengan Kanye di panggung, menambah semarak pertunjukan malam itu.
Konser di Istanbul ini menandai malam pembukaan tur Eropa pertama Kanye dalam waktu 11 tahun. Ini terjadi setelah musim panas yang penuh penutupan di seluruh benua. Di bulan April, pemerintah Inggris bahkan menolak izin masuk Kanye, dengan alasan kehadirannya “tidak akan mendukung kepentingan publik”, yang berakibat pada pembatalan penampilannya di Wireless Festival. Bahkan, festival itu sudah kehilangan beberapa sponsor besar seperti PepsiCo dan Diageo.
Ada juga konser di Marseille yang ditunda setelah pejabat Prancis berupaya mencegahnya, sementara pertunjukan di Polandia dan Swiss juga dibatalkan. Ironisnya, pada hari yang sama dengan konser Istanbul, otoritas Italia melarang Kanye dan Travis Scott tampil di acara bulan Juli di RCF Arena yang berkapasitas 103.000 penonton di Reggio Emilia, mengacu pada kekhawatiran akan keamanan setelah adanya permintaan dari kelompok konsumen CODACONS dan komunitas Yahudi di Modena dan Reggio Emilia.
Kanye sendiri telah beberapa kali mengaitkan pernyataan antisemitiknya di masa lalu—yang termasuk pujian untuk Adolf Hitler dan perilisan konten dengan citra Nazi—dengan episode manik yang diakibatkan oleh gangguan bipolar yang tidak diobati. Ia pernah mempublikasikan permohonan maaf sepanjang halaman di Wall Street Journal pada Januari 2026. Meski mendapatkan berbagai larangan di Eropa, beberapa negara masih mengizinkannya untuk tampil. Jadwal tur yang tersisa mencakup penampilan di Belanda pada 6 dan 8 Juni, Tirana, Albania pada 11 Juli, serta Georgia dan Spanyol di musim panas ini.
Sebelum memulai tur ini, Kanye juga mengukir prestasi besar. Album studio terbarunya, Bully, debut di posisi No. 1 di Chart Album R&B/Hip-Hop teratas saat dirilis awal tahun ini. Dengan total 24 Grammy Awards dan 10 album No. 1 di Billboard 200, Kanye jadi salah satu artis dengan penghargaan terbanyak dalam sejarah chart. Gimana, siap-siap terpesona sama penampilannya yang spektakuler di tur mendatang!


