Data DentaQuest Bocor: 2,6 Juta Akun Terungkap!
DentaQuest, salah satu penyedia manfaat gigi terbesar di Amerika Serikat, baru-baru ini mengonfirmasi adanya serangan siber yang telah mengakibatkan kebocoran data. Meski begitu, mereka mengatakan bahwa operasional sehari-hari tetap berjalan seperti biasa.
Awal bulan ini, aktor ransomware terkenal bernama ShinyHunters menambahkan DentaQuest ke dalam daftar bocoran data mereka, dengan tujuan menekan perusahaan untuk membayar tebusan. Namun, mereka mengklaim bahwa negosiasi gagal, sehingga semua data mereka, sekitar 234 GB, dibocorkan di dark web.
Secepatnya, DentaQuest mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa klaim ShinyHunters adalah autentik: “DentaQuest sedang menangani insiden keamanan siber yang melibatkan akses tidak sah ke sebagian kecil jaringan kami,” tulis pernyataan tersebut.
2,6 Juta Akun Dikonfirmasi oleh Have I Been Pwned?
Setelah menemukan insiden awal, DentaQuest langsung mengambil langkah cepat untuk mengamankan sistem mereka, mengendalikan serangan, dan mengurangi ancaman. Mereka menegaskan bahwa sistem tetap beroperasi penuh dan terus melayani klien dengan gangguan minimal.
Tampaknya, mereka tidak perlu bekerja keras untuk menentukan seberapa besar kerusakan yang terjadi. Platform Have I Been Pwned? melakukan analisis terhadap data yang bocor dan mengonfirmasi bahwa terdapat catatan untuk 2,6 juta akun. Informasi yang terekspos termasuk nama lengkap, alamat email, nomor telepon, dan ID yang diterbitkan pemerintah. Tak hanya itu, bocoran tersebut juga mencakup informasi asuransi kesehatan, data gender, serta tanggal lahir.
Menariknya, sekitar dua pertiga dari catatan yang bocor sudah ada di database DentaQuest sebelumnya. Artinya, data ini sudah pernah bocor di insiden lain yang terjadi di internet.
DentaQuest sendiri adalah bagian dari Sun Life, sebuah perusahaan jasa keuangan besar asal Kanada yang berkantor pusat di Toronto. Mereka menyediakan berbagai layanan mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, manfaat gigi dan penglihatan, hingga perencanaan pensiun dan manajemen aset untuk individu dan bisnis.
Penting untuk dicatat bahwa insiden seperti ini menunjukkan betapa rentannya data pribadi kita di dunia digital yang semakin kompleks ini. Dengan semakin banyaknya serangan siber, penting bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap informasi pribadi yang kita berikan secara online dan tetap mengikuti perkembangan terkini tentang keamanan siber.



