Melindungi infrastruktur kritis kini bukan lagi soal menjamin siapa yang bisa masuk ke lokasi tertentu. Ancaman terhadap situs sensitif saat ini datang dari berbagai arah, baik fisik maupun digital. Sejak meningkatnya konflik di berbagai belahan dunia, kita mendapati bahwa kritis infrastruktur harus menghadapi tantangan yang lebih kompleks.
Salah satu ancaman terbesar adalah meningkatnya penggunaan drone yang tersedia secara komersial. Perangkat-perangkat ini cenderung murah dan mudah diakses, sehingga bisa dengan mudah melewati pemeriksaan yang biasanya diterapkan di lokasi-lokasi aman.
Drone modern semakin berperan penting dalam berbagai aspek, baik itu perang maupun pengiriman barang. Kemampuannya untuk terbang lebih jauh, terbang lebih lama, dan membawa muatan yang lebih canggih membuatnya jadi alat yang sangat berbahaya. Tak heran jika pemerintah di seluruh dunia berupaya keras untuk mengatasi risiko yang muncul dari penggunaan drone ini. Tindakan terkini yang diambil oleh pemerintah Tiongkok adalah memperketat kontrol kepemilikan drone, menyadari bahwa teknologi ini bisa digunakan untuk tujuan yang baik maupun buruk.
Mempersiapkan Infrastruktur Melawan Ancaman Drone
Namun, peraturan saja sepertinya tidak cukup untuk memecahkan masalah yang ada. Banyak pertanyaan yang sama yang dulu ditanyakan tentang peralatan telekomunikasi kini juga berlaku bagi industri drone. Siapa yang membuat teknologi ini, ke mana data yang dikumpulkan pergi, dan siapa saja yang bisa mengaksesnya? Dengan pergeseran dari drone konsumen yang hanya dilengkapi kamera ke armada komersial yang sepenuhnya otonom, kita perlu lebih banyak langkah untuk melindungi lokasi-lokasi sensitif dan data yang dimiliki oleh drone.
Untuk membahas bagaimana pemerintah, operator, dan pemilik infrastruktur harus bersiap menghadapi perubahan ini, Liam Hutcheson, Direktur MyDefence UK, berbagi wawasan tentang regulasi, keamanan, dan perlindungan infrastruktur. Ia mengatakan, “Pergerakan China mengindikasikan bahwa pemerintah semakin kurang nyaman membiarkan aktivitas drone tidak diatur.” Makin banyak negara yang mulai menerapkan persyaratan identifikasi, langkah geofencing, dan kategori operasional yang lebih jelas. Negara-negara Eropa dan AS juga mengikuti jejak ini dengan mandat Remote ID dan perlunya geo-fencing.
Regulasi jelas diperlukan, namun itu hanya setengah dari solusi. Drone komersial dapat dengan mudah dimodifikasi untuk menghindari batasan yang ada, yang bisa merusak kerangka regulatif yang sudah dibangun. Contohnya adalah Remote ID: ini bisa efektif, tetapi hanya jika ada infrastruktur yang bisa mendeteksinya. Tanpa adanya kemampuan deteksi, aturan yang ada mungkin terlihat baik di kertas, namun tidak bisa diterapkan dalam praktik.
Ketika berbicara tentang pengawasan drone, tidak hanya drone komersial yang perlu dicermati. Kendaraan otonom, robot logistik, dan platform inspeksi pun menghadirkan tantangan serupa. Kebangkitan risiko ini juga diperparah oleh rantai pasokan yang kompleks, di mana sistem yang dirakit di satu negara mungkin bergantung pada perangkat lunak atau komponen yang berasal dari tempat lain.
Agar bisa menanggulangi tantangan ini secara efektif, perlu adanya visibilitas berkelanjutan mengenai aktivitas yang terjadi di sekitar fasilitas, seperti mendeteksi sinyal yang tidak biasa atau aktivitas yang tidak sesuai dengan fungsi sistem yang ada. Ini adalah misi yang harus dilakukan oleh semua level pemangku kepentingan, dari pemerintah hingga pemilik infrastruktur.
Keamanan juga melibatkan kejadian setelah insiden terjadi. Pengumpulan bukti yang kuat dan rekonstruksi kejadian harus dilakukan secara menyeluruh. Informasi ini penting bagi regulator dan pihak berwenang untuk memastikan bahwa semua tindakan yang diambil basiresponsif dan dibangun dalam kerangka sistem yang jelas.
Tindakan perlindungan infrastruktur yang proaktif baru akan terwujud jika investasi dilakukan dengan strategis di bidang deteksi dan pemantauan. Hanya dengan pemahaman yang lebih baik tentang aktivitas di udara, kita dapat memitigasi ancaman dari drone, menjaga infrastruktur kritis kita aman, dan menghindari kejadian yang mengancam di masa depan.
Hasil akhir yang kita inginkan adalah terciptanya sistem yang terintegrasi, mampu mendeteksi, menilai, dan merespons ancaman dengan cepat. Ini adalah tantangan besar bagi masyarakat modern yang terus berkembang dengan teknologi, namun juga membuka peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman di seluruh dunia.



