Hisamatsu Takeo kembali beraksi sebagai direktur festival Tokyo International Film Festival (TIFF) mulai 14 April mendatang. Ini adalah kali keduanya bagi Hisamatsu, setelah sebelumnya memegang posisi ini dari 2017 hingga 2021.
Pengangkatannya datang tepat saat ketua sebelumnya, Ando Hiroyasu, bersiap meninggalkan organisasi pada 31 Mei. Hisamatsu kembali di tengah persiapan gelaran ke-39, yang akan berlangsung dari 26 Oktober hingga 4 November di kawasan Hibiya-Yurakucho-Marunouchi-Ginza, yang kini membuka pendaftaran film sampai 7 Juli.
Hisamatsu mengungkapkan, “Setelah lima tahun sejak penunjukan terakhir saya di Tokyo International Film Festival, sangat menjadi kehormatan untuk sekali lagi diberi kesempatan menjalankan tanggung jawab besar sebagai direktur festival.” Ia menambahkan bahwa pada masa jabatannya yang lalu, ia membawa visi hiburan dan seni yang selaras, dan kini berkomitmen untuk memperdalam nilai budaya festival sembari mendukung perkembangan industri film secara komersial.
Karier Hisamatsu sudah hampir mencakup lima dekade di bidang pemutaran, distribusi, dan produksi di Jepang dan AS. Sebagai veteran Shochiku, ia telah memperkuat perannya dalam operasi teater dan juga pernah menduduki posisi senior di Warner Bros. Pictures Jepang dalam dua periode yang berbeda. Sebelum menjabat di TIFF untuk pertama kalinya, ia mengelola perusahaannya sendiri, My Way Movies.
Ando, yang menjabat sebagai ketua sejak Juli 2019, telah melakukan banyak perubahan signifikan selama tujuh tahun masa jabatannya. Ia memindahkan lokasi utama festival dari Roppongi ke Hibiya-Yurakucho-Marunouchi-Ginza saat ini, merestrukturisasi jadwal program, dan meluncurkan seri percakapan TIFF Lounge. Pemerintah Prancis pun memberikan penghargaan Officer of the Order of Arts and Letters kepadanya, yang akan diserahkan oleh Duta Besar Prancis untuk Jepang pada 15 April mendatang.
“Saya percaya kami telah mencapai keberhasilan yang nyata, tercermin dari pertumbuhan jumlah penonton, pendapatan, dan jumlah tamu internasional,” ujar Ando, menambahkan bahwa festival “harus terus berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi” di bawah kepemimpinan baru.
Pendaftaran untuk edisi ke-39 kini sudah dibuka lewat situs resmi festival, dengan batas waktu sampai 7 Juli. Kompetisi internasional utama menerima film fitur dengan premiere Jepang—termasuk dokumenter dan animasi—yang diselesaikan setelah 1 Januari 2026. Bagian Asian Future, yang menjadi ajang kompetisi untuk film fitur pertama, kedua, atau ketiga dari sutradara baru di Asia dan Timur Tengah, juga membuka pendaftaran. Pada edisi ke-38 tahun lalu, festival ini menerima 1.970 pengajuan dari 108 negara dan wilayah, dengan film “Palestine 36” karya Annemarie Jacir meraih Tokyo Grand Prix. Pasar pendamping, TIFFCOM, akan berlangsung dari 28 hingga 30 Oktober.


