Pete Townshend, gitaris legendaris dan salah satu pendiri The Who, baru-baru ini menjalin kemitraan dengan Primary Wave Music untuk mengelola hak-hak kreatifnya. Pengumuman ini dibuat pada hari Kamis, 14 Mei, dan kerja sama ini akan membuat perusahaan musik independen tersebut terlibat erat dalam eksploitasi nama, citra, serta kemungkinan proyek kreatif Townshend di masa depan.
Di usia 80 tahun, Townshend sudah memberikan dunia dengan gaya petikan gitar khasnya yang terkenal, sambil menulis dan membawakan beberapa lagu rock paling ikonis seperti “My Generation,” “Baba O’Riley,” “Behind Blue Eyes,” “Pinball Wizard,” “Won’t Get Fooled Again,” dan “Let My Love Open the Door.” Tapi, kreativitasnya nggak hanya terbatas pada musik kontemporer lho.
Seiring waktu, Townshend juga terlibat dalam berbagai proyek seperti rock opera, musikal panggung, bahkan balet. Di tahun 2007, ia meluncurkan proyek interaktif online bernama “Lifehouse Method,” yang membuat kolaborasi dengan Primary Wave menjadi “satu kesatuan yang ideal,” seperti bunyi pernyataan resmi yang dirilis.
Dengan pendekatan hands-on dari Primary Wave yang nge-hype musik dan catalog mendalam dari Townshend, “potensi untuk peluang branding dan konten sangatlah besar,” tambah pernyataan tersebut. Townshend juga akan memanfaatkan departemen digital perusahaan untuk membangun kehadiran yang lebih kuat di media sosial. Artis veteran asal Inggris ini bahkan sudah mulai membangun kolaborasi dengan unit lisensi dan sinkronisasi perusahaan, yang akan bekerja bersama Townshend dan pemilik hak cipta lagunya untuk menempatkan lagu-lagunya di film dan televisi.
Sayangnya, detail finansial dari kesepakatan ini belum diungkapkan.
“Melanjutkan pekerjaan kreatif dan performatif saya dengan Primary Wave di fase hidup saya ketika banyak kreator mulai melambat, adalah sebuah kebahagiaan untuk saya. Tim mereka menunjukkan energi yang benar-benar menyegarkan. Menantang juga. Saya butuh itu,” komentar Townshend.
Sedangkan untuk The Who, belum ada kepastian apakah musik baru akan dirilis di masa depan. Sejak meninggalnya dua anggota kunci, drummer Keith Moon (yang wafat pada tahun 1978 di usia 32) dan bassis John Entwistle (pada tahun 2002 di usia 57), band ini beroperasi sebagai duo yang terdiri dari vokalis Roger Daltrey dan Townshend. Mereka pun menutup amplnya di tahun 2025 setelah menyelesaikan rangkaian show terakhir di Amerika Utara sebagai bagian dari tur perpisahan. Namun, Townshend tetap optimis, “Kami selalu berusaha untuk menghasilkan SESUATU yang spesial,” ucapnya. “Semoga suatu hari kita bisa mengejutkan kalian seperti dulu.”
Townshend, Daltrey, dan Entwistle melakukan penampilan live pertama kali sebagai The Detours pada tahun 1962, dan resmi berganti nama menjadi The Who pada tahun 1964, dengan Moon melengkapi formasi klasik di bulan Mei tahun itu. Sejak saat itu, Townshend sudah terjual lebih dari 100 juta album di seluruh dunia, baik sebagai artis solo maupun sebagai anggota The Who, yang diinduksi ke Rock and Roll Hall of Fame pada tahun 1990. Townshend juga diakui atas karyanya dengan Brit Award untuk Lifetime Achievement pada tahun 1983, Grammy Lifetime Achievement Award pada tahun 2001, dan masuk ke UK Music Hall of Fame pada tahun 2005. Di tahun 2008, ia juga mendapatkan Kennedy Center Honors.
“Pete Townshend adalah salah satu ikon rock terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah musik,” komentar Larry Mestel, CEO dan pendiri Primary Wave. “Kami merasa terhormat bahwa ia memilih Primary Wave sebagai mitra dan kolaborator, dan kami sangat menantikan untuk menciptakan peluang baru bersama.”
Adam Lowenberg, chief marketing officer di Primary Wave menambahkan: “Tanpa jenius Pete Townshend, tidak ada musik rock. Seorang artis, inovator, dan penulis lagu yang berdiri sendiri dalam kategori ikonnya. Kami merasa sangat bangga untuk bermitra dengan Pete dalam proyek-proyek di masa depan.”
Primary Wave juga sudah memiliki saham dalam katalog artis seperti Prince, Whitney Houston, Notorious B.I.G., Bob Marley, dan Britney Spears, di antara banyak lainnya.


