Musik dunia berduka dengan kepergian Dexter Wansel, sosok legendaris yang ikut mengukir sejarah di kancah alternatif R&B. Ia meninggal dunia pada hari Minggu di Philadelphia dalam usia 75 tahun, namun penyebabnya masih belum diketahui.
Dexter lahir di Philadelphia pada 22 Agustus 1950. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan bakat luar biasa. Sebelum terjun ke dunia musik, ia mulai dari bawah sebagai kurir di Uptown Theater setempat. Setelah menjalani wajib militer, Dexter melanjutkan kariernya di Sigma Sound Studios yang ikonis. Di sana, ia berhasil menarik perhatian pasangan legendaris Kenneth Gamble dan Leon Huff, dua orang yang mengubah wajah musik soul melalui label Philadelphia International Records. Sebagai artis rekaman di label tersebut, Dexter meluncurkan album debutnya yang berpengaruh, Life on Mars, pada tahun 1976. Ia tak hanya terkenal sebagai penyanyi, tetapi juga berperan sebagai penulis, arranger, komposer, konduktor, produser, dan direktur A&R hingga tahun 80-an. Para penggemar musik mengenalnya sebagai salah satu ahli penting dalam menciptakan “Sound of Philadelphia” yang tak tertandingi.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikirim ke Billboard, Gamble & Huff mengungkapkan rasa prihatinnya, “Dexter Wansel membawa suara baru ke label kami di tahun 70-an dan 80-an, mengatur dan memproduksi hits bagi banyak artis kami, seperti The Jacksons, The Jones Girls, Jean Carne, dan MFSB Orchestra. Suara synthesizer dan keyboard simfoniknya sangat ikonis.”
Gaya musik Dexter merupakan perpaduan gemerlap R&B, funk, jazz, dan ritme futuristik/electronic yang diiringi dengan orkestra mewah. Ciri khas inilah yang bisa ditemukan di Life on Mars dan tiga album lainnya yang dirilis melalui Philadelphia International, termasuk What the World Is Coming To (1977), Voyager (1978), dan Time Is Slipping Away (1979).
Di balik layar, Dexter tetap sibuk selama akhir tahun 70-an hingga 80-an. Ia bekerja sama dengan penulis lirik Cynthia Biggs, yang menjadi partner yang sukses dalam menghasilkan lagu-lagu legendaris, termasuk single R&B nomor satu LaBelle, “If Only You Knew,” “Nights Over Egypt” dari The Jones Girls, serta “Hurry Up This Way Again” dari The Stylistics. Tak ketinggalan, lagu “The Best Is Yet to Come” yang dinyanyikan oleh Grover Washington Jr. dan menampilkan Patti LaBelle, serta “Living All Alone” dari Phyllis Hyman.
Tak hanya sukses sebagai penulis lagu, Dexter juga menjadi produser di album Unmistakably Lou (1977) milik Lou Rawls, yang membawanya meraih Grammy untuk penampilan vocal pop pria terbaik. Karya-karya Dexter bahkan pernah diambil sampel oleh sejumlah artis hip-hop ternama, seperti Kendrick Lamar, Wiz Khalifa, Lil Kim, Drake, dan J. Cole. Selain itu, ia juga meluncurkan proyek solo lainnya, seperti Captured (1986), Digital Groove World (2004), dan The Story of the Flight Crew to Mars (2021).
Gamble & Huff menambahkan, “Karya-karya Dexter sebagai penulis dengan partnernya Cynthia Biggs — yang juga bekerja dengan Teddy Pendergrass dan lainnya — menjadikan mereka salah satu tim penulis yang paling dicari di perusahaan penerbitan kami. Yang paling penting, Dexter adalah teman baik kami, murid terkasih, dan kontributor hebat bagi Sound of Philadelphia. Kami mengucapkan belasungkawa yang tulus kepada istrinya, Judy, dan keluarganya.”
Dexter meninggalkan seorang putra, Andrew “Pop” Wansel, yang juga merupakan penulis lagu dan produser nominasi Grammy. Karya-karya sang putra meliputi proyek-proyek dari Usher, Kehlani, dan Alessia Cara.
Dalam pernyataan dari keluarga Wansel, mereka menyatakan, “Kami ingin mengucapkan terima kasih atas semua ucapan belasungkawa yang kami terima untuk orang yang kami cintai, pemenang Grammy dan salah satu arsitek Sound of Philadelphia, Dexter Wansel. Dia kini telah tenang.”
Detail mengenai pemakaman akan diumumkan di kemudian hari.


