Selama bertahun-tahun, anime yang mendominasi platform streaming identik dengan Dragon Ball Z dan seluruh franchise Dragon Ball. Dari tayangan televisi internasional hingga penjualan merchandise yang memecahkan rekor, warisan Goku telah membantu mendefinisikan fandom anime selama beberapa generasi. Namun, di Crunchyroll, kini ada kekuatan baru yang mengambil alih platform ini dengan cara yang sangat mengejutkan, dan anime itu adalah Solo Leveling.
Solo Leveling secara resmi telah menjadi anime paling populer di Crunchyroll setelah melampaui 1 juta rating pengguna di platform tersebut. Lebih mengesankan lagi, sekitar 95% dari rating tersebut adalah skor sempurna lima bintang. Tidak ada anime lain di platform ini yang mendekati kombinasi jumlah rating dan penerimaan positif yang luar biasa seperti ini.
Solo Leveling Telah Melewati Semua Franchise Anime Besar di Crunchyroll
Skala kebangkitan Solo Leveling menjadi semakin jelas jika dibandingkan dengan raksasa anime lainnya. Jujutsu Kaisen saat ini berada di sekitar 785.000 rating di Crunchyroll, sementara One Piece sedikit lebih tinggi dengan sekitar 818.000. Memang, angka-angka itu sangat besar, tapi tidak ada yang bisa menandingi Solo Leveling yang berhasil melangkah melewati angka satu juta rating terlebih dahulu.
Yang membuat pencapaian ini semakin mengejutkan adalah seberapa cepat semuanya terjadi. Sebelum musim kedua ditayangkan, Solo Leveling dilaporkan memiliki sekitar 400.000 rating. Setelah musim kedua selesai, anime ini langsung melejit melewati 900.000 dalam waktu beberapa bulan, sebelum akhirnya menjadi anime pertama di Crunchyroll yang berhasil memecahkan angka tujuh digit. Hanya sedikit series dalam sejarah anime yang tumbuh secepat itu.
Bahkan franchise panjang seperti Dragon Ball pun tidak mempertahankan momentum yang terfokus seperti Solo Leveling di Crunchyroll. Berbeda dengan seri shōnen pertarungan yang lebih tua, yang tersebar di berbagai layanan streaming dan dirilis selama beberapa dekade, Solo Leveling berhasil menjalin hubungan erat dengan Crunchyroll di Amerika Serikat. Penggemar yang ingin menyaksikan kebangkitan Sung Jinwoo hampir tidak punya pilihan lain.
Popularitas Sung Jinwoo Lebih Besar dari Sekedar Tren Sementara
Alasan utama di balik dominasi Solo Leveling adalah karakter protagonisnya yang terasa berbeda dibandingkan dengan pahlawan shōnen tradisional. Sung Jinwoo tidak digambarkan sebagai penyelamat yang optimis tanpa henti seperti Goku atau Naruto. Sebaliknya, dia semakin dingin dan terpisah seiring dengan evolusi kekuatannya, menciptakan narasi anti-hero yang lebih gelap yang jarang ditemui di anime aksi shōnen mainstream.
Karakteristik tersebut membantu series ini menonjol di tengah pasar yang padat. Penonton terhubung dengan kepribadian Jinwoo yang tanpa ampun, kekuatannya yang luar biasa, dan kehadirannya yang mengintimidasi. Ditambah dengan animasi pertarungan sinematik yang luar biasa dari A-1 Pictures, anime ini dengan cepat menjadi acara yang dinanti setiap minggu selama tayangan musim kedua.
Pace cerita juga berperan besar dalam kesuksesan show ini. Sementara banyak anime shōnen tradisional memperpanjang pertarungan selama beberapa episode, Solo Leveling menjaga pertarungan tetap padat dan eksplosif. Konfrontasi besar seringkali selesai dalam satu episode, menjaga momentum yang konstan. Struktur ini membuat anime ini sangat bingeable dan lebih mudah diikuti oleh penonton baru tanpa merasa kewalahan.
Baik kritik mencintai ataupun membenci series ini, angka-angka yang ada kini tak bisa diabaikan. Solo Leveling secara resmi telah melampaui titan anime seperti Dragon Ball, One Piece, dan Jujutsu Kaisen di Crunchyroll. Semua ini dicapai hanya dengan 25 episode dan satu film kompilasi yang dirilis sejauh ini. Pada titik ini, Sung Jinwoo bukan hanya bintang baru yang bersinar di dunia anime; dia telah menjadi wajah era modern Crunchyroll.



