Boruto: Two Blue Vortex sukses bikin banyak penggemar merasa lebih puas dibandingkan dengan Boruto: Naruto Next Generations. Kali ini, kita mengikuti Boruto Uzumaki yang lebih dewasa, yang harus berlari dari teman dan musuh. Di bawah arahan kreatif Masashi Kishimoto, chapter terbaru dari franchise shonen ini membawa kabar besar, meskipun masih ada beberapa elemen dari manga yang perlu diperbaiki agar Two Blue Vortex bisa jadi sukses besar.
1. Fokus pada Generasi Selanjutnya Secara Menyeluruh
Penggemar Naruto pasti senang melihat versi dewasa beberapa karakter ikonik kembali dalam serial ini. Namun, terasa ada yang kurang. Karakter seperti Boruto, Sarada, Mitsuki, dan Kawaki memang mendapatkan jatah layar, tapi banyak karakter pendukung yang seakan tersingkir. Two Blue Vortex perlu memberi lebih banyak ruang untuk karakter-karakter ini agar mereka juga bisa ikut bertempur dan berkontribusi. Di serial sebelumnya, kita sering melihat cara cerdas untuk melibatkan karakter di luar Tim 7 dalam berbagai kesulitan dan tantangan. Contohnya adalah “Pencarian Sasuke” yang jadi salah satu cara terbaik untuk melibatkan generasi muda dalam konflik menarik.
2. Perluas Karakter Pohon Dewa
Pohon Dewa memang memiliki konsep yang menarik, di mana para penjahat mendapatkan tubuh mereka dengan mengambil alih tubuh karakter yang dikenal. Sayangnya, banyak antagonis ini kurang memiliki kedalaman emosional. Meski Matsuri, Pohon Dewa yang mengambil wujud dari Moegi, memiliki beberapa interaksi yang menarik dengan Konohamaru, namun secara keseluruhan mereka masih jauh dari daya tarik yang dimiliki oleh Akatsuki. Penjahat-penjahat seperti Itachi, Pain, dan Madara memiliki koneksi pribadi dan motivasi yang kuat, sedangkan Pohon Dewa terkadang terasa kurang dalam hal itu.
3. Terlalu Banyak “Penyelamatan”
Salah satu kejutan besar di Boruto: Two Blue Vortex adalah jampi yang diciptakan Eida, ninja dengan kemampuan mengubah realitas. Berkat kemampuannya, dunia ninja percaya bahwa Kawaki adalah anak Naruto dan Boruto menjadi buronan atas tuduhan menghabisi Naruto dan Hinata yang kini terjebak dalam kondisi limbo. Meski ada momen menegangkan saat Boruto bertarung melawan teman lamanya, dia juga terlalu sering berhasil “menyelamatkan” teman dari jampi Eida, seperti Shikamaru yang sekarang jadi Hokage. Penting bagi Boruto untuk tetap menjadi buronan dalam beberapa waktu ke depan agar dampak jampi Eida benar-benar terasa dan menunjukkan betapa berubahnya dunia ninja. Dari yang terbaca, elemen ini sepertinya akan segera berakhir, dan itu sangat disayangkan.
4. Beri Code Lebih Banyak Kesempatan
Code sebagai penjahat memiliki potensi besar di sequel Boruto ini, terutama mengingat posisinya yang strategis. Dengan Pohon Dewa sebagai penjahat utama, Code seolah-olah tersingkir meskipun dia sedang membangun kerajaannya sendiri. Sebagai satu-satunya anggota tersisa dari Organisasi Kara yang asli dan mencari balas dendam atas kematian Jigen, Code bisa jadi kartu truf yang menarik, tapi kadang terasa seperti karakter tambahan.
5. Butuh Lebih Banyak Perubahan
Salah satu perubahan paling menarik dalam Boruto: Two Blue Vortex adalah pengungkapan bahwa Himawari, adik Boruto, adalah pewaris Rubah Sembilan Ekor. Kembalinya Kurama adalah bumbu yang menarik, dan membuat Himawari menjadi sorotan. Dari semua plot yang ada, ini mungkin yang paling menggugah perhatian pembaca. Meskipun tidak semua karakter perlu memiliki Binatang Ekor, perubahan serupa pada karakter-karakter yang jarang terlihat pasti akan memperkaya cerita.
6. Percepat Alur Cerita
Ada lebih dari tiga puluh chapter Boruto: Two Blue Vortex yang dirilis hingga saat ini, dan masih banyak pertanyaan mengenai bagaimana cerita ini akan berakhir. Pohon Dewa, Code, Kawaki, status Boruto, sampai Eida dan Daemon masih tergantung. Mengingat manga ini dirilis bulanan, kadang terasa bahwa tidak banyak yang terjadi dalam setiap chapter untuk menjaga kesegaran cerita. Meskipun sequel ini mungkin belum akan selesai dalam waktu dekat, harus ada elemen besar yang harus dikejar oleh karakter-karakter ini. Beberapa petunjuk tentang siapa “penjahat terbesar” mungkin sudah ada, tetapi kapan mereka akan muncul masih sulit untuk dipastikan.
7. Kita Butuh Anime Sudah!
Mungkin ini terkesan curang, tapi sudah saatnya dunia Desa Daun Tersembunyi kembali ke layar kaca. Sudah lebih dari tiga tahun sejak episode terakhir Boruto: Naruto Next Generations tayang, dan masih ada banyak materi untuk setidaknya satu atau dua musim anime. Awalnya, Studio Pierrot berencana merilis empat episode dari serial Naruto asli di tahun yang sama dengan penutupan sequel, tapi hingga kini masih tertunda. Mereka mengambil pendekatan lebih musiman untuk beberapa anime, tetapi kembalinya Boruto belum terlihat.



