Setelah dua musim mendengarkan cerita dari sisi Louis di Interview With the Vampire, kini giliran Lestat de Lioncourt untuk mengubah permainan dan mencuri perhatian sebagai bintang rock. AMC akhirnya menghadirkan The Vampire Lestat, membawa vampir toxik favorit semua orang kembali ke layar kecil dengan cara yang megah. Serial ini—sebenarnya adalah musim ketiga dari Interview With the Vampire dengan judul baru, bukan spin-off—debut pada hari Minggu kemarin dan memperlihatkan Lestat yang lebih besar dari kehidupan sebagai karakter utama cerita.
Dengan Lestat yang mengambil alih panggung saat dia memulai karier rock dan melawan narasi Louis, penonton akan diajak berpetualang di antara musik, seks, narkoba, dan tentunya, drama vampir. Ini mungkin saat yang tepat untuk mencari cerita-cerita vampir lainnya agar kesenangan ini terus berlanjut. Meskipun tidak ada yang bisa menandingi The Vampire Lestat, ada beberapa buku bertema vampir yang layak dibaca dan bisa membawamu lebih dalam mengenal drama berdarah ini—dan salah satunya mungkin bisa mempersiapkan kamu untuk cerita Lestat yang lebih mendalam.
5) The Queen of the Damned oleh Anne Rice
Novel ketiga dalam Vampire Chronicles karya Anne Rice ini cocok banget buat kamu yang jatuh cinta dengan The Vampire Lestat di layar kaca. Meskipun seri dari AMC pasti punya perbedaan dengan novel-novelnya, namun peristiwa di novel The Vampire Lestat bakal membawa kamu ke The Queen of the Damned—apalagi kita tahu kalau seri ini juga akan menyajikan Akasha. Novel ini berfokus pada kebangkitan Akasha, ibu vampir yang kuno. Dan kalau kamu membangunkan yang kuno, kemungkinan besar akan terjadi kekacauan. Akasha memiliki rencana genocide yang sangat spesifik, dan dia harus dihentikan. Buku ini memperdalam dunia yang diciptakan oleh Rice dan menampilkan Lestat dalam keadaan yang sangat dramatis. Ini adalah buku yang wajib dibaca (tapi lewatin aja filmnya, ya).
4) A Dowry of Blood oleh S.T. Gibson
Buat pecinta vampir yang toxic dan mau sesuatu yang agak queer, A Dowry of Blood adalah pilihan sempurna. Buku ini menceritakan kisah Constanta, pengantin pertama Dracula, dan menceritakan sudut pandangnya. Kita akan melihat bagaimana Constanta menghadapi hubungan dengan Dracula dan berjuang untuk menemukan kenyamanan dengan “istri-istri” lainnya sambil mencoba membebaskan dirinya dari kontrol Dracula. Ini adalah romansa Gothic yang kelam dengan sentuhan horor. Karya ini sangat cocok untuk penggemar Anne Rice dan penggemar Dracula juga.
3) Vampires of El Norte oleh Isabel Cañas
Salah satu elemen hebat dalam semua buku Vampire Chronicles dan adaptasi AMC adalah pentingnya sejarah dalam cerita—dan Vampires of El Norte juga menunjukkan ini. Novel ini berlatar di Meksiko pada tahun 1840-an, mengikuti kisah Nena dan Nestor, sepasang kekasih masa kecil yang terpisah karena serangan vampir dan bertemu kembali akibat Perang Meksiko-Amerika. Buku ini menawarkan pendekatan orisinal terhadap vampir sambil mengeksplorasi hubungan antara Nena dan Nestor. Ini adalah cerita unik yang benar-benar lekat dengan latar sejarah yang dihadirkan, jadi jika kamu menikmati aspek sejarah dalam cerita Lestat, buku ini bisa jadi pilihan yang menarik.
2) The Coldest Girl in Coldtown oleh Holly Black
Saya akui, The Coldest Girl in Coldtown dan The Vampire Lestat tidak memiliki banyak kesamaan selain vampir, tapi novel fantasi remaja ini dari tahun 2013 adalah cerita vampir yang sangat menarik. Di dunia buku ini, wabah vampir membuat kota-karantina disebut Coldtown. Kita mengikuti Tana yang terbangun setelah pesta dan mendapati semua orang sudah mati… kecuali dia, mantan pacarnya yang terinfeksi, dan satu vampir yang terikat. Untuk menyelamatkan mereka, Tana harus pergi ke Coldtown. Novel ini adalah kisah yang mendebarkan dengan Tana berjuang melawan waktu, berusaha menyelamatkan orang-orang yang dicintainya dengan pergi ke tempat yang tidak ada jalan keluarnya. Ini adalah kisah berisiko tinggi dengan dunia yang sangat apik, mirip dengan detail dunia yang ada di cerita-cerita Rice.
1) The Vampire Lestat oleh Anne Rice
Kami berani bertaruh bahwa jika kamu penggemar berat Interview With the Vampire di AMC dan juga menyukai The Vampire Lestat, kamu pasti sudah membaca bukunya. Namun, jika kamu belum atau sudah lama tidak membacanya, buku ini adalah yang paling esensial dalam daftar ini. Pertama kali diterbitkan pada tahun 1985, buku ini menggambarkan Lestat yang terbangun dari tidur panjangnya oleh musik sebuah band bernama Satan’s Night Out yang mengira dia sedang bercanda saat mengungkapkan jati dirinya. Ini adalah awal dari bagaimana Lestat tahu tentang Interview With the Vampire dan memutuskan untuk menulis bukunya sendiri. Dia kemudian bergabung dengan band tersebut, mengganti namanya menjadi The Vampire Lestat, dan menjadi bintang rock untuk menarik perhatian vampir-vampir penting dalam hidupnya—termasuk Louis. Dan dia juga ingin menambah kekacauan saat membocorkan rahasia vampir ke dunia manusia. Buku ini adalah keseimbangan antara penggambaran hidup Lestat dan petualangan yang kacau menuju kebangkitan vampir lainnya, dengan taruhannya yang sangat tinggi dan menggantung pada akhir kisah. Kalau sudah mencintai Lestat, dijamin kamu bakal semakin terpesona setelah membaca buku ini.



