CEO Airbnb, Brian Chesky, baru saja mengungkapkan betapa besar pengaruh AI dalam dunia pengkodean di perusahaannya. Dia bahkan mengklaim bahwa penggunaan teknologi ini telah membawa kesuksesan yang luar biasa. Dalam laporan kuartalan Airbnb, terungkap bahwa 60% dari kode yang dihasilkan insinyurnya dalam satu kuartal terakhir ditulis oleh alat AI, menunjukkan betapa dominannya teknologi ini di perusahaan besar.
Dalam panggilan laporan keuangan Q1 2026, Chesky menyampaikan bahwa ini baru permulaan, karena masih ada sejumlah tantangan besar yang harus dihadapi. Keseriusan perusahaan terhadap penggunaan AI ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka telah mengembangkan alat untuk mitra API yang mengelola properti menggunakan perangkat lunak berbeda, yang secara signifikan meningkatkan efisiensi kerja.
“Para mitra API bilang mereka ingin jadi tuan rumah yang lebih baik dan membutuhkan alat yang lebih bagus,” ungkap Chesky. “AI memberikan keuntungan besar — yang sebelumnya mungkin memerlukan tim berisi 20 insinyur, sekarang satu insinyur bisa membuat agen yang melakukan banyak pekerjaan di bawah pengawasan.” Dengan mengadopsi alat AI, Airbnb bisa membangun lebih banyak perangkat lunak untuk mitra API, mempercepat pekerjaan yang sebelumnya tidak mempunyai sumber daya yang cukup untuk dilakukan.
Perusahaan juga terus meningkatkan penggunaan AI untuk bantuan pengguna. Chesky menyebutkan bahwa bot dukungan pelanggan AI mereka kini bisa menangani sekitar 40% masalah tanpa perlu melibatkan agen manusia. Meski begitu, dia mengakui bahwa alat AI masih menghadapi sejumlah masalah, terutama dalam cara penyampaian informasi kepada pelanggan, yang kadang bisa membuat pengalaman pengguna menjadi kurang memuaskan.
“Saya rasa belum ada yang benar-benar memahami AI untuk perjalanan atau e-commerce,” tambah Chesky. “Desain chatbot seperti saat ini tidak cocok untuk perjalanan atau e-commerce. Ada empat masalah: terlalu banyak teks (kebanyakan e-commerce lebih visual); tidak ada manipulasi langsung (harus mengetik semuanya alih-alih menggeser slider); perbandingan yang buruk (sulit membandingkan ribuan pilihan dalam satu thread); dan sebagian besar pemesanan melibatkan banyak orang, sementara chatbot umumnya dirancang untuk satu pengguna.”
Pernyataan Chesky senada dengan banyak perusahaan besar lainnya yang juga mengatakan bahwa kode yang ditulis oleh AI semakin meluas. Misalnya, CEO Microsoft, Satya Nadella, baru-baru ini mengatakan bahwa hampir sepertiga kode perusahaan kini dihasilkan dengan cara ini.
Namun, temuan ini sebaiknya dihadapi dengan hati-hati. Penelitian lebih mendalam mengungkapkan bahwa kode yang dihasilkan AI menghasilkan 1,7 kali lebih banyak masalah dibandingkan kode yang ditulis manusia, yang bisa berujung pada tinjauan lebih lama dan potensi lebih banyak bug yang lolos ke produk akhir.
Jadi, di tengah semua kemajuan ini, tantangan dan kesulitan dalam desain dan implementasi AI tetap ada. Bagaimana beradaptasi dengan pesatnya laju inovasi teknologi ini akan menjadi kunci bagi keberhasilan di masa depan. Airbnb dan perusahaan lain akan terus menjajaki batasan teknologi ini, sambil berusaha menyempurnakan pengalaman pengguna. Kita tunggu saja, siap-siap melihat perubahan seru dari dunia teknologi!

