Di Mana Molière Makan
Di tengah gelombang restoran yang terus berubah, pasangan kembar Margot dan Félix Dumant berusaha menghidupkan kembali bistro Paris yang tradisional. Biasanya, konsep ini dianggap sebagai spesies yang terancam punah. Salah satu langkah mereka adalah merombak Auberge du Mouton Blanc yang terkenal, tempat bersejarah yang pernah jadi markas Molière dan La Fontaine, menjadi lebih hidup. Restoran yang sudah ada sejak 1668 ini kini hadir kembali dengan desain baru yang menghilangkan interior yang tidak autentik dan menggantinya dengan panel kayu, bangku kulit hijau, serta lantai terrazzo. Menu mereka menghidangkan hidangan bistro klasik yang kaya akan pengaruh Norman, seperti sole meunière yang dibumbui mentega dan moules-frites. Tempat yang bersejarah ini kini kembali jadi pusat kehidupan warga setempat.
Roti Sehari-hari
Dari dunia perbankan menuju dunia roti, pasangan saudara Jérôme dan Claire Bails memulai petualangan baru dengan membuka Boulangerie Basil pada 2021. Namanya adalah anagram dari nama belakang mereka. Tak lama setelah dibuka, bistro ini langsung jadi idola para warga lokal yang rela antre demi roti cantik yang dibuat dengan sourdough starter dan tepung organik dari Île-de-France. Jérôme, lulusan sekolah kuliner Ferrandi, berbagi tentang manfaat gizi dari biji-bijian heritage yang kaya mineral seperti petit épeautre, varietas gandum kuno. Jangan sampai melewatkan roti cokelat yang terkenal—sebuah pesaing dari pain au chocolat dalam kategori viennoiserie (kue kering berlapis). Di musim semi, pasangan ini berencana membuka outlet ritel di dalam atelier mereka dekat Gereja Auteuil.
Pakaian Renang Bergaya
Begitu melangkah ke dalam butik Anja Paris, rasanya seperti sedang berlibur di pulau tropis. Butik flagship dari merek pakaian renang asal Paris ini memberikan suasana cerah dengan langit-langit bergaris kuning dan ruang ganti yang didekorasi seolah jendela menuju destinasi berpanas (Miami, Milos, Jaipur). Pendiri Alexandra Thiltgès, yang berpengalaman di industri kosmetik, meluncurkan lini prêt-a-porter pada tahun 2017 dengan warna-warna pelangi. Tujuannya? Menciptakan pakaian renang yang sulit ditemukan: feminin, sensual, dan dirancang untuk semua tahap kehidupan wanita, dari remaja sampai grand-mère. Terinspirasi dari show runway couture, koleksi ini menggunakan kain berkualitas Eropa. Ikuti jejak Eva Longoria dan beli Plongeant, model sleek dengan leher yang dalam yang jadi best seller.


