Musim panas sudah di depan mata dan itu berarti satu hal: saatnya untuk film-film seru! Tahun ini, musim panas dipenuhi dengan rilis besar, mulai dari sekuel nostalgia seperti Scary Movie dan Toy Story 5 hingga rilisan terbaru dari DCU, yaitu Supergirl. Namun, salah satu film yang paling ditunggu-tunggu adalah karya ambisius dari Christopher Nolan, yaitu The Odyssey.
Kisah epik Yunani kuno karya Homer ini telah memikat penonton selama hampir 3000 tahun dengan perjalanan heroik Raja Odysseus yang berjuang untuk kembali ke rumah setelah mengalami perjalanan penuh cobaan selama satu dekade. Cerita ini memiliki segalanya—aksi, petualangan, dewa yang marah, dan ikatan keluarga—sehingga daya tariknya yang abadi pun jelas. Nah, jika kamu sudah tidak sabar untuk menyaksikan adaptasi Nolan dari kisah ini (dan sudah pernah membaca The Odyssey), ada beberapa buku modern yang juga recommended buat kamu. Beberapa di antaranya terinspirasi dari era yang sama dengan epik Homer, sementara yang lain adalah interpretasi lebih modern dari perjalanan heroik, namun semuanya punya satu kesamaan: bacaan yang keren abis!
5) Celestial Lights oleh Cecile Pin
Buku terbaru dalam daftar ini, Celestial Lights oleh Cecile Pin, baru saja dirilis pada Maret 2026. Meskipun bukan kisah yang berbasis mitologi, perjalanan karakter utamanya, Oliver, memberikan sudut pandang modern yang menyentuh mengenai perjalanan seorang pahlawan. Buku ini juga terbaca cepat dan menawarkan unsur sci-fi yang membuatnya berbeda dari dunia mitologi yang fantastis.
Oliver lahir di hari bencana Challenger dan tumbuh menjadi pemimpin misi luar angkasa bersejarah menuju bulan Europa di Jupiter. Namun, perjalanan ini tak lepas dari biaya pribadi yang besar. Semakin jauh Oliver dan astronot lainnya beranjak dari rumah, semakin banyak hal dari masa lalu dan hubungan yang harus mereka hadapi. Bacaan ini bikin kamu berpikir, apa yang akan kamu lakukan untuk kemanusiaan, dan bisa jadi jawabannya akan terus menghantui kamu bahkan setelah menutup buku.
4) Clytemnestra oleh Costanza Casati
Sulit untuk tidak mencantumkan buku-buku yang memberikan perspektif berbeda tentang keseluruhan cerita The Odyssey, dan salah satu yang harus dibaca adalah Clytemnestra oleh Costanza Casati. Buku ini menawarkan kisah tentang Clytemnestra, saudara kembar Helen dari Troy—yang juga adalah istri pembunuh Raja Agamemnon. Melalui ceritanya, Clytemnestra menceritakan masa kecilnya dan Helen di Sparta, pernikahan mereka dengan Agamemnon dan Menelaus, pelarian Helen dengan Raja Paris dari Troy (yang menjadi penyebab perang), dan banyak lagi.
Buku ini sangat cemerlang dalam menampilkan elemen-elemen kunci dari mitos yang terkenal sambil menyajikan Clytemnestra, sosok yang sering dianggap sebagai penjahat oleh sejarah, dalam cahaya yang lebih seimbang dan multidimensional. Di mana karya Homer tidak memberikan kesempatan bagi wanita untuk bercerita, novel Casati melakukan hal itu—dan hasilnya luar biasa.
3) The Silence of the Girls oleh Pat Barker
Penceritaan ulang mitos dari sudut pandang perempuan kembali hadir dalam The Silence of the Girls yang menggambarkan kisah The Iliad dari mata Briseis, seorang wanita yang hanya disebut sebagai catatan kaki oleh Homer, yang merupakan ratu Trojan yang ditangkap oleh Achilles. Dari sudut pandang Briseis, kita melihat bagaimana perempuan ditangkap sebagai hasil perang, memberikan perspektif baru tentang peristiwa-peristiwa cerita, terutama konflik antara Achilles dan Agamemnon.
Saat membaca epik Homer, mudah untuk melupakan bahwa kisah ini bukan hanya tentang para pahlawan, tetapi juga ada korban yang menderita akibat perang. The Silence of the Girls mengungkapkan sosok-sosok ini dengan cara yang mendemistikakan mitos-mitos lama. Ini juga merupakan buku pertama dari trilogi, jadi masih ada banyak yang perlu dibahas setelah kamu selesai membaca.
2) Katabasis oleh R.F. Kuang
Ada satu lagi rilisan terbaru yang tidak boleh dilewatkan: Katabasis oleh R.F. Kuang. Novel fantasi dengan tema dark academia ini mengikuti dua mahasiswa pascasarjana saingan di Cambridge yang harus menjelajahi neraka untuk menyelamatkan jiwa profesor mereka yang sudah meninggal. Kenapa? Karena mereka butuh surat rekomendasi penting yang hanya bisa diberikan oleh profesor yang sudah wafat itu.
Cerita yang kompleks ini, dalam beberapa hal, adalah pandangan tersendiri tentang perjalanan heroik, serta eksplorasi trauma dan perjalanan penemuan diri. Jika kamu sudah membaca Babel karya Kuang, pasti kamu bakal suka dengan buku ini.
1) Fit for the Gods yang diedit oleh Jenn Northington dan S. Zainab Williams
Tenang, kami tidak akan melewatkan daftar ini tanpa membahas mitologi! Jika kamu mencari sesuatu yang lebih segar dengan kisah-kisah kuno, Fit for the Gods adalah jawaban tepat. Buku ini menyajikan retelling modern dari mitologi Yunani klasik. Bagi kamu yang tertarik dengan pemilihan aktor di The Odyssey dan hasil yang mungkin mengejutkan, buku ini akan benar-benar memikat karena menyajikan penokohan yang unik, yang tidak hanya membuat kisah-kisah ini lebih mudah dicerna, tetapi juga mengingatkan pembaca bahwa beberapa tema benar-benar universal.




