PlayStation original bawa gamer ke level yang lebih tinggi. Dengan game dibawa dalam format CD, ini membuka jalan baru untuk grafik yang lebih keren, durasi permainan yang lebih panjang, dan desain yang lebih inovatif. Meski begitu, pemain tetap cinta sama yang klasik, apalagi kalau tampilannya lebih kece dari sebelumnya. Genre hack-and-slash jadi salah satu yang paling ikonik di dunia gaming tahun ’80-an, dan di PS1 ada banyak judul yang bikin penggemar genre ini puas. Kalau mau merasakan pengalaman main hack-and-slash di tahun ’90-an, ada banyak pilihan solid untuk dicoba.
Berikut enam game hack-and-slash yang masih seru sampai sekarang.
6) Gauntlet Legends
Gauntlet Legends mengubah gameplay arcade klasik dari dua game Gauntlet sebelumnya dengan sentuhan modern. Selain upgrade ke model 3D, versi arcade aslinya juga menambahkan sistem password dan penyimpanan karakter, jadi kamu bisa melanjutkan permainan meski tidak ada versi konsolnya.
Untungnya, game ini akhirnya bisa dinikmati di rumah. Gauntlet Legends pertama kali dirilis untuk Nintendo 64, dan setahun kemudian mendarat di PS1, hanya mendukung dua pemain. Ini jadi salah satu kekurangan yang bikin ulasan sedikit kurang baik, tapi tetap seru untuk dimainkan. Meskipun Gauntlet Dark Legacy muncul setelahnya, sequel itu tidak pernah hadir di PlayStation asli.
5) Diablo

Diablo jadi game yang mengubah segalanya saat pertama kali rilis di PC. Meskipun Diablo 2 lebih terkenal dan dianggap salah satu game terbaik sepanjang masa, versi pertama ini meletakkan fondasi untuk jadi salah satu seri favorit dari Blizzard. Sekitar setahun kemudian, ini dirilis di PlayStation, dan meski jelas lebih rendah, port-nya tidak jelek-jelek amat.
Kontrolnya berhasil menangkap nuansa bermain di PC, dan sistem auto-target dianggap sebagai peningkatan. Sayangnya, multiplayer-nya hanya bisa lewat kabel link, artinya kamu butuh beberapa PlayStation untuk main bareng teman. Walau lebih enak main di PC, versi ini tetap jadi kenangan menarik dari awal porting Blizzard di salah satu seri terbesarnya.
4) Nightmare Creatures

Nightmare Creatures merupakan game yang menarik untuk diulas. Meskipun berhasil menyajikan suasana spooky dan desain monster yang mengerikan, sistem pertarungannya bisa terasa kurang. Bagi beberapa penggemar, ini bisa jadi alasan untuk mengeluarkannya dari daftar, tetapi tetap penting untuk diingat bahwa masalah kamera dan pertarungan repetitif tidak mengurangi pesona dari Nightmare Creatures.
Yang lebih baik, versi PS1 adalah versi terbaik untuk dimainkan. Nightmare Creatures juga hadir di Nintendo 64 dan PC, tetapi versi tersebut jauh lebih buruk. Jadi, jika butuh sedikit horor dalam gameplay hack-and-slash, coba saja Nightmare Creatures. Mungkin tak perlu bermain sekuelnya.
3) Blood Omen: Legacy of Kain

Blood Omen jadi awal dari seri Legacy of Kain, yang kini menjadi salah satu kultus klasik dalam sejarah video game. Game pertama dari Silicon Knights ini melakukan banyak hal dengan baik. Cerita yang menarik, desain suara yang luar biasa, dan kombinasi gameplay yang unik.
Yang jadi keluhan utama adalah masalah teknis. Dari segi visual, ini tidak tampil bagus, dan loading-nya yang menyiksa. Meski begitu, visi yang dimiliki Silicon Knights untuk genre yang lebih dewasa bisa terlihat jelas. Mereka memang akan berkembang, tetapi bermain game pertama ini sangat layak untuk melihat fondasinya.
2) MediEvil

MediEvil terinspirasi visual dari The Nightmare Before Christmas. Game ini awalnya dirancang sebagai shooter, tetapi setelah Sony membeli pengembangnya, game ini berevolusi menjadi hack-and-slash action-adventure yang terkenal. Dengan tampilan unik dan humor yang bagus, game ini mendapatkan skor yang solid.
Sayangnya, kontrolnya jadi sedikit mengecewakan. Melawan musuh di level-level bisa terasa monoton, tapi semua yang MediEvil lakukan dengan baik tetap layak untuk dialami. Sequel dan dua remake-nya menunjukkan bahwa ini adalah game dari zamannya. Potensi dari properti ini besar, tetapi tak pernah sepenuhnya terwujud.
1) Legacy of Kain: Soul Reaver

Seperti yang disebutkan, Blood Omen menunjukkan potensi besar dari seri Legacy of Kain. Sekuel ini lebih dari berhasil, memberi pemain salah satu pengalaman terbaik di PlayStation original. Kali ini, Crystal Dynamics dan Amy Hennig mengambil alih pengembangan dan menjadwalkan cerita 1.500 tahun setelah kejadian di Blood Omen.
Keputusan ini terbukti bagus, karena lompatan teknis yang dilakukan Legacy of Kain dibandingkan dengan Blood Omen sangat besar, meski dirilis di konsol yang sama. Suasana gothic yang bikin penggemar cinta Blood Omen tetap terjaga, tetapi sekarang game ambisius ini didukung dengan kerja teknis yang solid. Legacy of Kain merasa seperti puncak dari semua ide yang ada di Blood Omen, lebih dari itu. Kalau belum memainkan ini, segeralah lakukan.




