Seorang bintang Korea membagikan cerita yang mengharukan saat dia masih berkarya di JYP Entertainment. Meskipun bertahun-tahun telah berlalu, kenangan menyakitkan itu masih jelas dalam ingatan, dan dia membagikannya dengan tenang, menarik perhatian publik.
Pada siaran KBS tanggal 4 Juni dalam acara Park Myung Soo’s Radio Show, model Lee Hyun dan Bbaek Ga dari grup Koyote muncul bersama dalam sebuah obrolan yang hidup. Dalam acara tersebut, Bbaek Ga mengingat masa-masa dia tergabung dalam tim koreografi JYP Entertainment.
Dia menjelaskan, “Saat saya bertanggung jawab atas koreografi di JYP, tempat parkirnya berada di lantai satu gedung. Tugas saya adalah memindahkan mobil, jadi saya harus berkeliling di dalam gedung untuk mengambil kunci dari pemilik mobil.”
Insiden itu terjadi di lantai lima gedung. Bbaek Ga mendekati seseorang yang sedang beristirahat, mengetuk dengan sopan, dan meminta kunci untuk memindahkan kendaraan. Namun, respon yang dia terima bukan hanya dingin, tetapi juga menghina.
Dia mengatakan, “Meskipun mereka jelas tahu tujuan saya, mereka malah bertanya mengapa saya butuh kunci itu, lalu melemparkan kunci mobil ke lantai dan menyuruh saya ‘cepat pindahkan mobilnya’ dengan nada perintah.”
Ketika Bbaek Ga membela diri atas perlakuan tidak adil itu, hinaan verbal justru semakin parah. Dia menceritakan, “Ketika saya berargumen, ‘Apakah ini sudah keterlaluan?’ mereka dengan enggan mengambil kunci tersebut dan memaksakannya ke tangan saya sambil mencaci, ‘Seumur hidupmu harus menari di basement.’ Kejutan psikologis itu sangat besar hingga saya sampai menangis saat menceritakan ini kepada rekan-rekan koreografi saya,” mengungkapkan rasa sakit emosional yang dia alami.
Namun, seiring waktu berlalu, keadaan berbalik. Setelah Bbaek Ga resmi debut dan sukses di industri musik, mereka bertemu lagi secara tak terduga di lokasi produksi siaran. Orang yang pernah menghina dirinya itu mendekatinya dengan santai, tampak menyadari kesuksesan Bbaek Ga.
Bbaek Ga berkata, “Setelah waktu yang lama, kami bertemu lagi di dunia penyiaran, dan dia menyapa saya dengan hangat, bertanya ‘Bbaek Ga, bagaimana kabarmu?’ Orang yang dulu meremehkan saya sekarang telah menjadi produser dan meminta saya untuk memotret foto sampul album untuk penyanyi-penyanyi yang dia kelola.”
Bbaek Ga mengakui merasa campur aduk saat itu, tetapi dia memilih untuk menanggapi dengan kebesaran hati, menjadikannya sebagai bentuk balas dendam. Dia berbagi, “Sejujurnya, ada sedikit rasa sedih di dalam hati saya, tetapi saya menerima tawarannya dan membantunya. Saya berpikir daripada menolak mentah-mentah permintaannya, lebih baik membantu dengan senang hati adalah cara terbaik untuk menang.” Perkataan ini memberikan kesan mendalam bagi para pendengar.



