Scam terkait FIFA World Cup 2026 lagi-lagi hadir! Menjelang turnamen akbar ini, penipu tampaknya sudah bersiap-siap dengan berbagai skenario tipu daya yang memanfaatkan momen besar ini. Penelitian dari Check Point Research mengungkapkan bahwa para penipu sudah mulai mempersiapkan infrastruktur scam mereka jauh-jauh hari dengan fokus pada tiga sektor utama: keuangan, perjalanan, dan perjudian. Dengan waktu yang makin mendekati World Cup, banyak situs penipuan sudah beroperasi.
Check Point Research menjelaskan, “Ekosistem keuangan di sekitar mega-event seperti ini adalah lingkungan yang sangat disukai oleh pelaku kejahatan.” Lonjakan jumlah transaksi, pedagang yang tidak dikenal, jendela pembelian yang sempit, dan aliran internasional membuat perhatian terhadap penipuan semakin berkurang.
Kekurangan Penegakan DMARC Memperumit Situasi
Meski tiket pertandingan sulit didapat, jumlah scam justru melimpah. Token kripto yang tidak ada kaitannya dengan FIFA dan tidak memiliki tim yang jelas, kini beredar secara bebas. Ditambah lagi, banyak hotel palsu, situs penjualan tiket, dan bahkan penjual merchandise yang siap menipu. Ironisnya, mitra bisnis yang sah pun tidak membantu, di mana sepertiga dari mereka kurang menerapkan penegakan DMARC dengan baik, sehingga mudah dipalsukan oleh penjahat siber.
Menurut Check Point Research, ini adalah sinyal untuk bisnis agar menjaga reputasi mereka dan kesejahteraan pelanggan. Mereka harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, sama seperti para penipu yang sudah setengah jalan dalam memikirkan strategi kejahatan mereka. “Pelaku kejahatan siber sudah memposisikan infrastruktur, menguji titik masuk, dan mengaktifkan kampanye pada momen-momen puncak visibilitas dan tekanan operasional,” lanjut mereka. “Setelah turnamen dimulai, jendela untuk persiapan akan sangat terbatas.” Jadi, bagi para pelaku bisnis, waktu untuk bersiap adalah sebelum turnamen dimulai.
Jadi, pertanyaan pentingnya, sudahkah bisnis Anda siap untuk 30 hari ke depan?
Tentunya, bagi para pencinta sepak bola dan penggemar teknologi, saat FIFA World Cup dimulai, keseruan tidak hanya akan berlangsung di lapangan, tetapi juga di dunia digital. Namun, penting untuk tetap waspada menghadapi berbagai ancaman yang siap mengintai. Masyarakat diharapkan tidak langsung terpikat dengan tawaran yang terlihat menggiurkan. Mengedukasi diri tentang berbagai penipuan yang mungkin muncul akan membantu menangkal risiko dan memastikan pengalaman menikmati turnamen berjalan mulus.



